RADAR MALANG - Malang memang punya pesona yang berbeda ketika cuaca mulai dingin dan hujan turun. Udaranya yang sejuk berubah semakin menusuk, membuat tubuh ingin mencari sesuatu yang hangat untuk disantap. Dari jajanan pinggir jalan hingga hidangan khas rumahan, ada banyak pilihan makanan dan minuman yang bisa jadi teman terbaik saat hujan mengguyur kota apel ini.
Selain menghangatkan tubuh, sajian-sajian ini juga membawa rasa nyaman dan nostalgia, seperti duduk di teras sambil menikmati aroma hujan yang berpadu dengan wangi rempah. Berikut lima rekomendasi makanan dan minuman yang paling cocok disantap saat suasana Malang sedang dingin dan berembun.
- Bakso Malang
Tidak ada yang lebih identik dengan Malang selain semangkuk bakso hangat. Isinya yang lengkap, dari bakso halus, bakso urat, tahu, pangsit goreng, hingga mie kuning dan bihun, terasa sempurna disiram kuah kaldu panas. Saat udara dingin, aroma gurih kuah yang mengepul di mangkuk terasa menenangkan.
Bakso Malang mudah ditemukan di hampir setiap sudut kota, mulai dari warung legendaris hingga pedagang keliling. Tak heran jika makanan ini selalu jadi pilihan utama warga lokal maupun wisatawan ketika hujan tiba. Apalagi jika dinikmati sambil duduk di warung sederhana, ditemani gerimis dan suasana khas Malang yang sejuk.
- Wedang Ronde
Ketika malam mulai dingin, wedang ronde menjadi minuman penghangat yang paling dicari. Terbuat dari air jahe yang dipadu dengan ronde yaitu bola ketan berisi kacang tanah, serta isian lain seperti kolang-kaling dan potongan roti tawar, minuman ini tidak hanya menghangatkan tubuh tetapi juga membawa rasa nostalgia.
Beberapa penjual ronde legendaris di Malang seperti di sekitar Alun-Alun atau kawasan Kayutangan selalu ramai pengunjung, terutama saat hujan turun. Wangi jahe yang menyeruak di udara benar-benar memanjakan hidung dan membuat suasana malam terasa lebih damai.
- Rawon
Rawon menjadi pilihan tepat bagi pencinta makanan berat yang tetap ingin menikmati kehangatan. Kuahnya yang hitam pekat berasal dari kluwek, rempah khas Nusantara yang memberikan cita rasa gurih dan sedikit pahit yang khas. Dihidangkan bersama potongan daging sapi empuk, tauge, dan sambal, rawon jadi menu sempurna di hari-hari dingin.
Di Malang, banyak warung rawon legendaris yang tetap ramai bahkan di malam hari. Sepiring nasi panas yang disiram kuah rawon hangat bisa langsung mengusir rasa dingin dan lapar. Tak jarang, pengunjung menambah kerupuk atau telur asin untuk melengkapi kenikmatannya.
- STMJ
STMJ (Susu, Telur, Madu, Jahe) adalah minuman khas Malang yang tak lekang oleh waktu. Campuran empat bahan sederhana ini menciptakan rasa manis hangat sekaligus menambah energi di tengah udara dingin. Aroma jahenya yang kuat terasa pas dinikmati saat malam atau setelah kehujanan.
Banyak kedai STMJ yang buka hingga larut malam di sekitar Soekarno Hatta atau Jalan Gajayana. Biasanya minuman ini disajikan bersama roti bakar atau pisang goreng sebagai teman santai. Rasanya yang lembut dan efek hangatnya membuat STMJ jadi pilihan klasik yang selalu dirindukan saat cuaca tak bersahabat.
- Seblak
Bagi pencinta pedas, seblak adalah makanan paling pas untuk menghadapi hawa dingin Malang. Berisi kerupuk basah, sosis, telur, dan sayuran yang dimasak dengan bumbu pedas kencur, seblak menawarkan sensasi panas dan gurih yang menggugah selera.
Banyak penjual seblak di Malang yang berinovasi dengan berbagai tingkat kepedasan dan topping tambahan, mulai dari ceker hingga seafood. Saat udara dingin dan hujan, menikmati semangkuk seblak panas sambil mendengar suara rintik hujan terasa sangat memanjakan.
Cuaca dingin di Malang memang sering membuat tubuh ingin berlindung di balik kehangatan makanan dan minuman khasnya. Dari bakso dan rawon yang kaya rasa hingga ronde dan STMJ yang menenangkan, semuanya menghadirkan kelezatan yang bukan hanya mengenyangkan, tapi juga menghangatkan hati.
Jadi, saat hujan mulai turun di kota ini, jangan buru-buru masuk kamar. Keluar sebentar, nikmati udara sejuk Malang, lalu cari semangkuk atau segelas hangat dari lima rekomendasi di atas. Karena di balik setiap gigitan dan tegukan, ada kehangatan sederhana yang hanya bisa kamu temukan di Malang. (fr)
Editor : A. Nugroho