MALANG - Di tengah maraknya kuliner modern dan kekinian, pesona nasi jagung tradisional tetap bertahan sebagai menu sarapan favorit warga Malang.
Hidangan sederhana berbahan dasar jagung ini tak hanya mengenyangkan, tetapi juga menyimpan nilai budaya dan nostalgia masa lalu.
Di Kota Malang, ada dua warung legendaris yang hingga kini masih setia mempertahankan cita rasa khasnya. Berikut ulasannya!
- Nasi Jagung Bu Muslikah
Berada di Jalan Candi, Karangbesuki, Kecamatan Sukun, warung Bu Muslikah telah lama dikenal sebagai tempat ikonik bagi pencinta nasi jagung.
Buka setiap hari, mulai pukul 07.30 hingga 12.00 WIB.
Sejak pagi, pengunjung sudah mulai memadati tempat ini demi menikmati sepiring nasi jagung dengan lauk urap, mendol, dan ikan asin.
Dengan harga yang ramah di kantong, sekitar Rp 12.000. Seporsi nasi jagung di sini tak hanya mengenyangkan, tetapi juga membawa sensasi cita rasa tradisional yang otentik.
- Warung Nasi Jagung Bu Tatik
Warung Nasi Jagung Bu Tatik berlokasi di Jalan Ki Ageng Gribig No. 21, Lesanpuro, Kedungkandang.
Jika biasanya nasi jagung buka tiap pagi, maka berbeda dengan warung ini. Warung Nasi Jagung Bu Tatik buka Senin - Sabtu, mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB.
Cocok buat kamu yang ingin merasakan suasana makan nasi jagung di malam hari.
Dengan harga mulai Rp 9.000, pengunjung bisa menikmati nasi jagung pulen dengan lauk komplit seperti urap, mendol, lodeh, peyek, dan ikan asin gurih.
Itulah dua rekomendasi nasi jagung di Malang yang wajib kamu coba.
Dari tiga warung nasi jagung legendaris ini, setiap warung memiliki keunikan tersendiri, mulai dari cita rasa, lokasi, hingga suasananya. (rv)
Editor : A. Nugroho