RADAR MALANG – Kekayaan seni dan budaya di Kabupaten Nganjuk menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dalam identitas daerah ini. Setiap sudut Nganjuk menyimpan cerita sejarah, tradisi, serta nilai-nilai luhur yang masih dijaga hingga kini. Mulai dari peninggalan masa kerajaan hingga kesenian rakyat, semua berpadu membentuk warisan budaya yang patut dilestarikan.
Seni di Nganjuk tidak hanya hadir dalam bentuk tarian dan pertunjukan, tetapi juga melalui peninggalan sejarah seperti candi dan museum yang mencerminkan perjalanan panjang peradaban. Wisatawan yang datang bisa menikmati keindahan arsitektur masa lalu sekaligus mempelajari kisah di balik setiap peninggalan. Tak ketinggalan, tradisi masyarakat yang masih hidup hingga kini turut memperkaya pengalaman berwisata.
Beragam kesenian tradisional seperti tari Mung Dhe, tari Jaranan, hingga tembang macapat menunjukkan bagaimana masyarakat Nganjuk terus menjaga warisan nenek moyang mereka. Semua itu berpadu dalam semangat kebudayaan yang terasa di setiap acara dan panggung seni daerah.
Candi dan Museum: Jejak Sejarah yang Tetap Hidup
Candi Ngetos
Terletak di lereng Gunung Wilis, Candi Ngetos menjadi salah satu peninggalan bersejarah dari masa Kerajaan Majapahit. Arsitekturnya yang kokoh dan ornamen khas Majapahit membuat candi ini menjadi destinasi favorit bagi pecinta sejarah. Di sekitar candi, wisatawan dapat menikmati pemandangan alam yang sejuk dan tenang, menambah kesan spiritual saat berkunjung.
Candi Lor
Candi Lor merupakan situs bersejarah lain di Nganjuk yang memamerkan keindahan arsitektur masa lalu. Relief dan bentuk bangunannya menyimpan kisah perjalanan spiritual masyarakat pada masa itu. Lokasinya yang berada di tengah suasana pedesaan menambah daya tarik bagi wisatawan yang ingin menikmati ketenangan sekaligus nilai historis.
Museum Anjuk Ladang
Sebagai pusat pelestarian budaya, Museum Anjuk Ladang menampilkan berbagai koleksi bersejarah, mulai dari fosil purba, prasasti, hingga benda peninggalan masa Hindu dan Majapahit. Tak hanya itu, museum ini juga menjadi ruang bagi seniman lokal untuk menampilkan hasil karya seperti anyaman bambu, batik, dan tenun tradisional Nganjuk.
Tradisi dan Seni Pertunjukan: Wujud Kreativitas Lokal
Tari Mung Dhe
Tarian tradisional yang berasal dari Desa Garu ini menggambarkan semangat kepahlawanan dan kecintaan terhadap tanah air. Gerakan tari yang gagah berpadu dengan musik gamelan menciptakan suasana heroik yang kuat.
Tari Jaranan
Kesenian yang populer di berbagai daerah di Jawa Timur ini juga menjadi bagian penting dari budaya Nganjuk. Tari Jaranan menampilkan atraksi prajurit berkuda dengan iringan musik khas, menggambarkan keberanian dan ketangkasan.
Tembang Macapat
Sebagai bentuk sastra lisan, tembang macapat memiliki makna mendalam dalam setiap baitnya. Di Nganjuk, tembang ini sering dibawakan dalam acara adat atau pertunjukan budaya, mempertahankan nilai sastra klasik yang diwariskan turun-temurun.
Sparkling Nganjuk Carnival (SNC)
Karnaval tahunan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas seni dan budaya. Dalam acara ini, peserta menampilkan kostum megah, tarian tradisional, hingga pertunjukan khas daerah yang menampilkan semangat kebersamaan masyarakat Nganjuk.
Melalui beragam kesenian dan warisan sejarahnya, Nganjuk membuktikan diri sebagai daerah yang kaya akan nilai budaya. Dari candi bersejarah hingga tari tradisional yang masih lestari, setiap elemen menunjukkan identitas kuat masyarakatnya. Berkunjung ke Nganjuk bukan sekadar perjalanan wisata, tetapi juga pengalaman untuk mengenal jiwa seni dan sejarah yang mengalir di setiap langkahnya. (id)