RADAR MALANG – Gunung Raung merupakan salah satu gunung paling menantang di Pulau Jawa yang selalu menjadi incaran para pendaki berpengalaman. Terletak di perbatasan Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember, gunung ini memiliki ketinggian 3.332 meter di atas permukaan laut (mdpl). Dikenal dengan jalur ekstrem dan pemandangan kawah aktifnya yang spektakuler, Raung menawarkan pengalaman mendaki yang memacu adrenalin sekaligus memanjakan mata.
Perjalanan menuju puncak Raung biasanya dimulai dari basecamp Kalibaru atau Sumberwringin. Jalur Sumberwringin sering dipilih karena memiliki rute yang lebih populer dan fasilitas pendukung lebih lengkap. Pendakian memakan waktu sekitar 2 hingga 3 hari tergantung kondisi fisik pendaki dan cuaca di lapangan. Selama perjalanan, pendaki akan disuguhi panorama hutan tropis, kabut tebal, serta sesekali mendengar gemuruh dari kawah aktif Raung yang menjadi daya tarik tersendiri.
Keunikan Gunung Raung terletak pada puncaknya yang berbentuk kaldera besar dan dalam, dengan diameter mencapai dua kilometer. Kawah ini selalu mengeluarkan asap dan suara bergemuruh, memberi kesan gagah dan misterius. Tak heran jika banyak pendaki menyebut momen berdiri di tepi kaldera Raung sebagai pengalaman yang tak terlupakan. Namun, karena medannya sangat terjal dan berbahaya, jalur menuju puncak sejati hanya direkomendasikan bagi pendaki berpengalaman dengan perlengkapan lengkap.
Selain keindahan alamnya, Gunung Raung juga menyimpan daya tarik budaya. Warga sekitar masih memegang erat tradisi dan kepercayaan terhadap gunung ini sebagai tempat sakral yang harus dijaga kelestariannya. Para pendaki diwajibkan menjaga etika dan kebersihan selama pendakian agar keseimbangan alam tetap terjaga.
Gunung Raung bukan sekadar destinasi wisata, tetapi simbol ketangguhan dan kecintaan terhadap alam. Bagi siapa pun yang berani menaklukkan jalurnya, Raung bukan hanya tentang mencapai puncak, melainkan perjalanan spiritual dan rasa syukur akan keindahan ciptaan Tuhan yang luar biasa. (run)
Editor : A. Nugroho