Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dari Pesarean Gunung Kawi hingga GPIB Immanuel, Temukan Ragam Harmoni Toleransi Agama di Wisata Religi Kota Malang

A. Nugroho • Kamis, 6 November 2025 | 21:44 WIB

 

WISATA RELIGI: Pesarean Gunung Kawi yang berada di kawasan Gunung Kawi menjadi salah satu destinasi wisata religi yang ramai dikunjungi
WISATA RELIGI: Pesarean Gunung Kawi yang berada di kawasan Gunung Kawi menjadi salah satu destinasi wisata religi yang ramai dikunjungi

MALANG - Kota Malang tidak hanya dikenal dengan udaranya yang sejuk dan kulinernya yang beragam, tetapi juga menjadi rumah bagi sejumlah destinasi wisata religi yang penuh makna. 

Dari candi kuno peninggalan kerajaan, masjid megah di jantung kota, hingga pesarean yang menenangkan jiwa. Setiap tempat ini menghadirkan pengalaman spiritual sekaligus memperlihatkan wajah toleransi yang kental di kota ini.

Bagi wisatawan yang mencari ketenangan, kedamaian, atau sekadar ingin menyelami nilai sejarah dan keberagaman, empat tempat religi berikut bisa menjadi pilihan untuk disinggahi saat berkunjung ke Malang.

 

  1. Pesarean Gunung Kawi 

Terletak di Jl. Pesarean, Sumbersari, Wonosari, Pesarean Gunung Kawi menjadi salah satu destinasi religi paling terkenal di Malang. 

Di sini, pengunjung bisa berziarah ke makam tokoh spiritual, mengikuti acara slametan, sembahyang, atau sekadar menikmati suasana yang sejuk dan damai. 

Tak hanya dikunjungi masyarakat lokal, tempat ini juga ramai oleh wisatawan lintas daerah, negara, hingga agama. Hal ini menjadikannya simbol nyata kerukunan umat beragama.

Menjelang malam satu Suro, Pesarean Gunung Kawi juga dipenuhi pengunjung yang datang untuk mengikuti ritual tahunan. 

Selain suasana spiritualnya, kawasan ini juga lengkap dengan fasilitas penginapan, area parkir luas, dan deretan warung makan yang menggugah selera. Mulai dari soto ayam, nasi goreng, hingga hidangan Chinese food.

Kunjungan ke Pesarean Gunung Kawi dijamin memberikan paket lengkap dari wisata religimu di Kota Malang. 

 

  1. Candi Badut

Bagi pecinta sejarah dan arkeologi, Candi Badut di Jl. Raya Candi V, Karangwidoro, Dau, adalah destinasi yang tak boleh dilewatkan. 

Candi bercorak Hindu ini merupakan peninggalan Kerajaan Kanjuruhan yang ditemukan pertama kali pada tahun 1921. Meski berusia lebih dari seribu tahun, bentuk dan struktur candi masih tampak megah serta tertata rapi.

Menariknya, tidak ada tiket masuk untuk berkunjung ke sini, hanya biaya parkir yang terjangkau. 

Lingkungan sekitar candi juga bersih dan selalu dijaga oleh petugas yang ramah. Tempat ini pun sering menjadi lokasi olahraga pagi hingga kegiatan edukatif bagi siswa. 

Candi Badut bukan hanya tempat bersejarah, tapi juga ruang bagi siapa saja yang ingin memahami jejak spiritual masa lampau. 

 

  1. Masjid Agung Jami’ Kota Malang 

Berlokasi di Jl. Merdeka Barat No. 3, tepat di pusat kota, Masjid Agung Jami’ Malang menjadi salah satu ikon religi yang paling mudah dijangkau wisatawan. 

Arsitekturnya merupakan perpaduan harmonis antara gaya Jawa dan Arab, menghadirkan kesan megah sekaligus menenangkan. Interior masjid ini juga bersih, sejuk, dan khusyuk membuat siapa pun betah berlama-lama di dalamnya.

Selain menjadi tempat ibadah utama warga kota, Masjid Jami’ juga sering disinggahi wisatawan yang ingin merasakan ketenangan di tengah hiruk-pikuk Kota Malang. 

Area parkir yang luas, fasilitas bersih, dan lokasi yang berdekatan dengan pusat kuliner menjadikan tempat ini cocok untuk beristirahat sambil beribadah.

 

  1. GPIB Immanuel Malang

Tidak jauh dari Masjid Jami’, berdiri megah Gereja GPIB Immanuel Malang di Jl. Merdeka Barat No. 9. 

Gereja ini dibangun pada tahun 1861 oleh pemerintah Hindia Belanda dan masih mempertahankan arsitektur kolonial aslinya. Setiap sudut gereja menghadirkan nuansa tempo dulu, mulai dari kursi kayu, pilar besar, hingga jam antik di ruang ibadah.  

Di dalamnya tersimpan dua Alkitab bersejarah yang dibawa langsung dari Belanda. Alkitab ini disimpan rapi dalam lemari kaca berbingkai kayu jati di dalam gereja.

Letaknya yang berdampingan dengan Masjid Jami’ menjadi simbol nyata toleransi dan kebhinekaan masyarakat Malang. Di seberangnya, Alun-alun Kota Malang yang ramai menjadi pemandangan tersendiri bagi jemaat dan pengunjung yang datang.


Empat destinasi religi di atas menunjukkan bahwa Malang bukan hanya kota wisata alam dan kuliner, tapi juga ruang harmoni antara sejarah, spiritualitas, dan keberagaman. Tertarik untuk berkunjung? (kdk)

Editor : A. Nugroho
#wonosari #Kota Malang #Tempat Religi #masjid agung