Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Menyelami Sejarah di Balik Keindahan Kota Batu: Rekomendasi Destinasi Bersejarah yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan Edukatif di Akhir Pekan

A. Nugroho • Minggu, 9 November 2025 | 20:05 WIB
HISTORIKAL: Goa Jepang Tlekung, tempat yang dulunya digunakan sebagai lokasi persembunyian dan pusat strategi perang.
HISTORIKAL: Goa Jepang Tlekung, tempat yang dulunya digunakan sebagai lokasi persembunyian dan pusat strategi perang.

 

MALANG - Kota Batu bukan hanya dikenal karena udaranya yang sejuk dan wisata alamnya yang memukau. Di balik itu, tersimpan berbagai situs bersejarah yang menjadi saksi perjalanan panjang wilayah ini dari masa kerajaan, kolonial, hingga penjajahan. Menjelajahi tempat-tempat tersebut bisa jadi pengalaman yang membuka wawasan, terutama bagi kamu yang tertarik dengan kisah masa lalu Nusantara.

Setiap sudut Kota Batu memiliki cerita tersendiri, dari kisah spiritual para leluhur hingga peninggalan arsitektur era Belanda. Kunjungan ke tempat-tempat ini tak hanya memberikan pengalaman wisata, tapi juga pelajaran berharga tentang perjalanan budaya dan sejarah bangsa.

 

  1. Goa Jepang Tlekung

Terletak di Desa Tlekung, Goa Jepang menjadi salah satu peninggalan bersejarah dari masa pendudukan Jepang pada tahun 1940-an. Dulunya, tempat ini digunakan sebagai lokasi persembunyian dan pusat strategi perang. Kini, suasananya masih terasa misterius, dengan lorong-lorong sempit dan dinding batu yang menyimpan banyak kisah kelam masa penjajahan.

Bagi pengunjung yang menyukai wisata sejarah dengan sentuhan petualangan, goa ini menawarkan pengalaman yang berbeda. Menelusuri lorong-lorongnya seolah membawa kita kembali ke masa lalu, membayangkan perjuangan dan ketegangan yang pernah terjadi di sana.

 

  1. Candi Songgoriti

Candi Songgoriti merupakan salah satu situs bersejarah tertua di Batu yang diperkirakan berasal dari masa Kerajaan Mataram Kuno. Meskipun ukurannya tidak besar, tempat ini memiliki nilai sejarah tinggi karena diyakini menjadi simbol peradaban Hindu-Buddha di wilayah Malang Raya. Pemandangan di sekitarnya yang dikelilingi perbukitan juga menambah daya tariknya.

Bagi wisatawan yang ingin belajar sejarah sekaligus menikmati suasana tenang, Candi Songgoriti adalah destinasi yang sempurna. Selain nilai arkeologisnya, lokasi ini juga menjadi tempat refleksi diri, menghadirkan suasana damai di tengah udara pegunungan yang sejuk.

 

  1. Makam Dinger

Berada di kawasan Tulungrejo, Makam Dinger menyimpan kisah tentang masa kolonial Belanda di Batu. Situs ini merupakan makam keluarga Graaf J. Dinger, seorang bangsawan Belanda yang dulu memiliki lahan perkebunan luas di daerah tersebut. Desain makamnya mencerminkan arsitektur Eropa klasik yang masih terawat hingga sekarang.

Kunjungan ke Makam Dinger bukan hanya tentang melihat peninggalan kolonial, tetapi juga memahami bagaimana sejarah lokal berbaur dengan pengaruh asing. Nuansa tenang di area makam menghadirkan kesan reflektif, cocok bagi pengunjung yang ingin mengenal Batu dari sisi historis yang jarang dibicarakan.

 

  1. Makam Mbah Mbatu

Tempat ini dipercaya sebagai peristirahatan terakhir Mbah Mbatu, tokoh yang dianggap sebagai pendiri atau pembuka wilayah Kota Batu. Nama “Batu” sendiri diyakini berasal dari sosok beliau, yang dikenal dengan sebutan Mbah Wastu atau Mbah Tuwo. Hingga kini, banyak masyarakat datang ke sini untuk berziarah atau sekadar berkunjung mengenang jasa leluhur.

Suasananya tenang dengan pepohonan rindang di sekeliling area makam, menciptakan atmosfer spiritual yang menenangkan. Selain menjadi tempat religi, makam ini juga menjadi saksi perjalanan awal terbentuknya Kota Batu yang kini dikenal sebagai kota wisata.

 

  1. Arca Ganesha

Di Desa Torongrejo, berdiri situs Arca Ganesha yang menjadi salah satu bukti peninggalan masa Kerajaan Majapahit. Patung Ganesha setinggi sekitar satu meter ini dipercaya dulunya menjadi penanda batas wilayah antara Kerajaan Singosari dan Kediri. Bentuknya yang masih utuh menunjukkan keterampilan luar biasa para pemahat di masa lalu.

Meski sederhana, situs ini menyimpan nilai spiritual dan sejarah yang tinggi. Banyak wisatawan datang untuk melihat langsung keindahan ukirannya sekaligus merasakan aura sakral yang menyelimuti kawasan tersebut. Lokasinya yang tenang juga cocok untuk wisata edukatif keluarga.

 

Menjelajahi situs bersejarah di Kota Batu bukan hanya perjalanan fisik, tapi juga perjalanan batin mengenali akar budaya dan identitas bangsa. Setiap tempat menghadirkan kisah yang berbeda, tentang kepercayaan, perjuangan, hingga warisan peradaban yang membentuk kehidupan masyarakat saat ini.

Bagi kamu yang ingin liburan sekaligus belajar, destinasi bersejarah di Batu bisa menjadi pilihan sempurna. Selain menambah wawasan, pengalaman berkunjung ke tempat-tempat ini akan meninggalkan kesan mendalam yang sulit dilupakan. (ys)

Editor : A. Nugroho
#sejarah #liburan #bersejarah #akhir pekan #Wisata #Edukatif