MALANG - Kota Malang dikenal dengan udaranya yang sejuk dan suasananya yang tenang. Tapi siapa sangka, di tengah ramainya kota ini tersimpan juga sisi historis yang menarik untuk dijelajahi.
Di balik gemerlap kafe dan wisata kulinernya, Malang punya deretan museum yang menyimpan banyak cerita masa lalu dan kekayaan budaya.
Bagi kamu yang ingin healing tapi tetap produktif, berkunjung ke museum bisa jadi pilihan seru. Tidak hanya bisa belajar sejarah dan seni, kamu juga bisa menikmati suasana tenang sambil menambah wawasan.
Nah, berikut tiga rekomendasi museum di tengah Kota Malang yang bisa kamu kunjungi untuk liburan singkat yang penuh makna.
- Museum Brawijaya
Terletak di Jalan Ijen Nomor 25A, Museum Brawijaya menjadi salah satu ikon sejarah paling populer di Kota Malang. Lokasinya sangat strategis di kawasan Ijen Boulevard yang ikonik, membuatnya mudah dijangkau dari mana saja.
Di dalam museum ini kamu bisa menemukan berbagai koleksi benda bersejarah seperti senjata, foto perjuangan, hingga ikon legendaris Gerbong Maut yang menyimpan kisah pilu perjuangan rakyat Malang.
Ada pula mobil milik Bung Karno yang menjadi spot foto favorit. Dari lantai atas, kamu bisa melihat pemandangan indah kawasan Jalan Ijen yang rindang.
Selain nilai sejarahnya yang kental, suasana di Museum Brawijaya terasa klasik dan edukatif. Pengunjung cukup membayar donasi sekitar Rp 10.000 untuk masuk, lalu bisa berkeliling ke setiap ruangan pameran.
Fasilitas di sini cukup lengkap dengan area parkir luas, toilet, dan aula latihan. Saat Car Free Day, area sekitar museum berubah menjadi sentra kuliner, jadi kamu bisa belajar sejarah sambil menikmati suasana kota.
Tempat ini cocok untuk semua kalangan, terutama pelajar dan keluarga yang ingin mengenal lebih dekat perjuangan para pahlawan Malang.
- Museum Musik Indonesia
Buat kamu yang suka musik, Museum Musik Indonesia bisa jadi tempat paling seru di Malang. Museum ini terletak di kawasan Griyashanta, Jalan Soekarno Hatta Nomor 210.
Didirikan oleh Hengki Herwanto, museum ini menampung koleksi musik dari berbagai era dan genre, mulai dari kaset, piringan hitam, hingga alat musik tradisional seperti sasando.
Begitu masuk, kamu akan merasakan atmosfer nostalgia dengan koleksi rilisan fisik dari tahun 1950-an hingga sekarang. Ada juga alat musik modern dan pemutar piringan hitam yang bisa dicoba oleh pengunjung.
Meski tampil sederhana, museum ini sarat makna karena berupaya melestarikan kekayaan musik tanah air.
Yang menarik, pengunjung tidak dikenai biaya masuk alias gratis, cukup mengisi buku tamu. Kamu juga bisa berdonasi seikhlasnya untuk perawatan koleksi.
- Museum Mpu Purwa
Kalau kamu lebih tertarik pada sejarah kerajaan dan kebudayaan Jawa, Museum Mpu Purwa adalah pilihan yang tepat.
Berada di kawasan Griya Shanta, Jalan Soekarno Hatta Nomor 210 Blok B, museum ini memang agak tersembunyi di tengah perumahan tapi justru itulah yang membuatnya terasa seperti hidden gem.
Di dalamnya tersimpan berbagai arca, patung, dan prasasti peninggalan dari Kerajaan Singosari dan Kanjuruhan. Koleksinya tertata rapi dalam ruangan ber-AC yang nyaman.
Tersedia juga QR Code untuk memudahkan pengunjung membaca penjelasan setiap artefak. Di lantai dua, ada diorama yang menceritakan kisah Ken Arok dan Ken Dedes, lengkap dengan ruang istirahat dan gazebo kecil di area luar.
Kamu tidak perlu membayar tiket masuk, cukup mengisi buku tamu secara online. Di gedung samping, tersedia ruang latihan gamelan dan tari yang bisa disewa atau dicoba langsung.
Museum ini sangat cocok untuk wisata edukatif keluarga karena menggabungkan unsur sejarah, budaya, dan pengalaman interaktif yang menyenangkan.
Jadi, kapan terakhir kali kamu belajar sejarah sambil berwisata? Mungkin sekarang saatnya kamu mulai menjelajahi museum di Kota Malang. (kdk)