MALANG – Bagi para pencinta kuliner pedas, Malang adalah surga yang tak pernah kehabisan ide untuk membuat lidah menjerit bahagia. Dari warung pinggir jalan hingga tempat makan kekinian, kota ini menyajikan berbagai kreasi ceker ayam pedas yang selalu jadi incaran setiap malam. Pedasnya bukan sekadar panas di lidah, tapi juga membawa kenikmatan tersendiri. Yuk, simak deretan ceker pedas yang jadi primadona Malang!
- Ceker Setan
Nama Ceker Setan mungkin sudah tidak asing bagi warga Malang. Warung ini berdiri di Jalan Jakarta Nomor 4, Penanggungan, Klojen. Konsepnya sederhana yakni ceker ayam yang dimasak dalam kuah merah pedas menyala yang aromanya saja sudah bisa membuat perut keroncongan.
Seporsi ceker pedas di sini dibanderol sekitar Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu, tergantung porsi dan tambahan lauk. Banyak pengunjung datang untuk menikmati sensasi pedasnya yang ekstrem, sampai ada yang harus menyiapkan minuman dingin lebih dulu sebelum menyuap. Kuahnya kental dengan cita rasa gurih pedas yang langsung terasa dari gigitan pertama.
Warung ini buka mulai pukul 19.00 hingga 23.00 WIB kecuali di hari Minggu. Suasana malam di sekitar warung terasa akrab dengan suara tawa dan obrolan pengunjung yang rela antre demi sepiring ceker panas. Makan di sini rasanya seperti uji nyali kuliner, tapi itulah yang membuat Ceker Setan jadi legenda kuliner malam di Malang.
- Sego Ceker Glintung
Bagi yang mencari kuliner pedas dengan nuansa klasik, Sego Ceker Glintung di Jalan Letjen S. Parman, Blimbing, adalah pilihan yang tepat. Warung ini sudah berdiri sejak 1987 dan masih mempertahankan cita rasa aslinya hingga kini. Seporsi nasi dengan ceker pedas berkuah merah menjadi sajian andalan yang membuat pelanggan selalu kembali.
Ceker di sini terkenal empuk dan bumbunya meresap hingga ke tulang. Kuahnya tidak hanya pedas, tetapi juga kaya rempah yang memberi sensasi hangat dan gurih bersamaan. Harga seporsi sekitar Rp 17 ribu dan bisa ditambah dengan telur, kepala ayam, atau sayap bagi yang ingin lebih kenyang.
Warung legendaris ini mulai buka pukul 07.30 – 03.00 WIB. Meski buka larut, tempat ini tak pernah sepi pengunjung. Duduk di kursi plastik sambil menikmati sego ceker panas di udara dingin malam Malang adalah pengalaman yang tidak tergantikan bagi pencinta kuliner pedas tradisional.
- Ceker Tanpa Tulang
Kalau kamu termasuk tipe yang suka pedas tapi malas repot memisahkan tulang, maka Ceker Tanpa Tulang di Jalan Pekalongan Nomor 14, Penanggungan, bisa jadi pilihan terbaik. Di warung ini, semua cekernya sudah dibersihkan dari tulang sebelum dimasak, jadi kamu bisa langsung menikmati tanpa perlu sibuk menguliti.
Tekstur dagingnya lembut dan bumbunya meresap sempurna. Ada beberapa level pedas yang bisa kamu pilih, dari yang sedang hingga super pedas yang bikin mata berair. Seporsi ceker tanpa tulang dibanderol sekitar Rp 18 ribu, dengan tambahan nasi, telur, atau seblak sesuai selera.
Warung ini buka setiap hari kecuali Jumat mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Tempatnya sederhana namun selalu ramai, terutama saat jam makan malam. Konsep praktis tanpa tulang membuat tempat ini cocok untuk siapa saja yang ingin menikmati rasa pedas khas Malang tanpa repot, tetap nikmat dan tetap menantang.
Itulah deretan penyedia ceker pedas di Malang yang bisa memanjakan lidahmu. Ada Ceker Setan, Sego Ceker Glintung, dan Ceker Tanpa Tulang. Yuk, kunjungi sekarang juga! (dbr)
Editor : A. Nugroho