Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Rekomendasi Museum di Malang yang Penuh Koleksi Bersejarah dan Layak Jadi Destinasi Edukasi Keluarga

A. Nugroho • Jumat, 14 November 2025 | 20:31 WIB
SERU: museum seharusnya bisa menjadi tempat wisata untuk semua orang.
SERU: museum seharusnya bisa menjadi tempat wisata untuk semua orang.

MALANG – Kota Malang tidak hanya terkenal dengan wisata alamnya, tetapi juga memiliki sejumlah museum menarik yang menyimpan cerita sejarah, budaya, hingga perjalanan musik Indonesia. Museum-museum ini menjadi ruang edukasi yang nyaman untuk anak-anak, pelajar, maupun wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat kekayaan sejarah Nusantara. Suasana kota yang tenang dan akses yang mudah membuat museum di Malang selalu menjadi pilihan tepat untuk tujuan rekreatif sekaligus informatif.

Berbagai koleksi, mulai dari senjata bersejarah, prasasti kuno, hingga piringan hitam klasik tersimpan rapi di museum-museum ini. Setiap lokasi menawarkan pengalaman berbeda, tetapi semuanya menghadirkan kesempatan untuk belajar sambil menikmati suasana khas Malang. Berikut tiga rekomendasi museum di Malang yang menarik untuk dikunjungi dan memiliki daya tariknya masing-masing.

 

 

Museum Brawijaya yang berada di Jl. Besar Ijen No. 25A, Gading Kasri, buka mulai pukul 08.00 hingga 15.00, dan menjadi salah satu museum utama yang merekam sejarah perjuangan di Malang. Berada tepat di kawasan Ijen Boulevard, museum ini menghadirkan koleksi kemiliteran, mulai dari senjata asli, benda-benda operasi militer, hingga ikon bersejarah seperti Gerbong Maut yang sarat kisah pilu masa perjuangan. Di bagian depan museum, pengunjung akan disambut mobil bersejarah milik Bung Karno yang kini menjadi salah satu spot favorit pengunjung.

Di dalam museum, pengunjung dapat menjelajahi berbagai ruangan yang menyimpan narasi perjuangan TRIP serta dokumentasi sejarah penting lainnya. Pada lantai atas tersedia ruang terbuka yang menghadap ke Jalan Ijen, tempat aula latihan, hingga fasilitas toilet untuk pengunjung. Dengan biaya donasi sekitar Rp 10.000, museum ini menjadi destinasi edukatif yang terjangkau. Area luar museum juga hidup setiap Minggu pagi karena berdekatan dengan kawasan CFD, sehingga pengunjung tidak perlu kesulitan mencari makanan. Jika kebersihan halaman dan pemandu wisata ditingkatkan, museum ini akan semakin kaya nilai edukatif, apalagi sering dikunjungi rombongan dari luar negeri.

 

 

Museum Musik Indonesia berlokasi di kawasan Griyashanta, tepatnya di Jl. Soekarno Hatta No. 210, dan buka pukul 10.00 hingga 17.00. Museum ini merupakan ruang penyimpanan sejarah musik Indonesia yang ditata dalam bentuk piringan hitam, kaset, CD, majalah, hingga alat musik tradisional. Koleksi sasando dan alat musik dari berbagai daerah menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin mengenal ragam musik Nusantara. Untuk masuk ke museum ini, pengunjung hanya perlu mengisi buku tamu tanpa dikenakan biaya, meski tersedia kotak donasi untuk perawatan koleksi.

Di museum ini, pengunjung bisa merasakan atmosfer nostalgia musik dari era 50-an hingga musik modern. Lagu-lagu lawas dapat diputar langsung melalui piringan hitam, dan staf museum dikenal ramah dalam memberikan penjelasan sejarah musik Indonesia. Meski ruangannya sederhana, koleksi yang ditampilkan sangat kaya dan bervariasi. Museum ini juga bersebelahan dengan Museum Mpu Purwa, sehingga pengunjung bisa sekalian menjelajahi dua museum dalam satu kawasan. Ini menjadi destinasi sempurna bagi penggemar musik maupun siapa saja yang ingin mengenal perjalanan panjang dunia musik Indonesia.

 

 

Museum Mpu Purwa berada di kawasan Griya Santa, tepatnya di Jl. Soekarno Hatta No. 210 Blok B, dan buka pukul 08.30 hingga 14.00, kecuali hari Senin. Lokasinya cukup tersembunyi di area perumahan, sehingga banyak yang tidak menyangka bahwa museum nyaman ini menyimpan koleksi bersejarah dari era kerajaan Nusantara. Pengunjung cukup mengisi buku tamu tanpa biaya masuk, menjadikannya tujuan edukatif yang ramah bagi pelajar maupun keluarga. Koleksi utamanya berupa prasasti, arca, dan batu bersejarah yang tersusun rapi dengan penjelasan melalui QR code.

Bangunan museum terdiri dari dua lantai, lengkap dengan kursi panjang di lantai dua untuk pengunjung rombongan yang ingin beristirahat. Suasananya tenang, sejuk, dan sangat cocok untuk pembelajaran sejarah kerajaan kuno bagi anak-anak maupun pecinta arkeologi. Ruangannya yang terawat serta koleksi bersejarah yang informatif menjadikan Museum Mpu Purwa sebagai salah satu museum terbaik yang layak dikunjungi di Malang. Banyak pengunjung yang merekomendasikan tempat ini sebagai destinasi study tour berkat nuansanya yang edukatif dan ramah pengunjung.

Tiga museum ini membuktikan bahwa Kota Malang memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang patut terus dijaga. Setiap museum menghadirkan kisah berbeda, dari perjuangan kemerdekaan, perkembangan musik tanah air, hingga kejayaan kerajaan kuno. Kunjungan ke museum bukan hanya tentang melihat koleksi, tetapi juga memahami cerita di baliknya yang menjadi bagian dari identitas bangsa.

Dengan akses yang mudah, suasana yang nyaman, dan tiket masuk yang terjangkau bahkan gratis, museum-museum ini layak menjadi destinasi alternatif bagi masyarakat maupun wisatawan yang ingin menambah wawasan. Meluangkan waktu berkunjung ke museum dapat menjadi bentuk rekreasi yang bermakna, sekaligus mengajak generasi muda untuk lebih mengenal sejarah Indonesia. Jika kamu sedang berada di Malang, tiga museum ini bisa masuk daftar tujuan wisata edukatif yang menarik untuk dikunjungi. (fr) 

Editor : A. Nugroho
#museum #Wisata #malang