MALANG - Saat musim hujan mulai rutin menyapa Kota Malang setiap sore hingga malam, keinginan untuk mencari hidangan hangat pun semakin kuat. Salah satu kuliner yang paling dicari adalah ronde dan angsle, duo minuman manis khas Nusantara yang menghadirkan sensasi jahe hangat, cocok untuk mengusir dingin dan membuat tubuh terasa lebih nyaman. Kota Malang sendiri memiliki sejumlah kedai ronde yang legendaris, dan beberapa di antaranya sudah berdiri puluhan tahun.
Tak hanya menawarkan kehangatan, tiap kedai juga memiliki karakter rasa dan suasana tersendiri, membuat pengalaman menikmati seporsi ronde terasa lebih spesial. Mulai dari tempat legendaris di kawasan pecinan hingga kedai kaki lima yang sibuk setiap malam, berikut rekomendasi tempat menikmati ronde dan angsle terbaik di Kota Malang yang layak dikunjungi saat cuaca sedang sendu.
- Ronde Titoni
Terletak di kawasan pecinan Jalan Zainul Arifin No. 17, Klojen, Ronde Titoni buka setiap pukul 18.00 hingga tengah malam (kecuali Minggu libur). Meski tempatnya sederhana, kedai yang sudah eksis sejak 1948 ini tak pernah sepi dari pengunjung. Meja-meja selalu cepat terisi, terutama sebelum pukul 21.00 ketika menu ronde komplit masih tersedia lengkap. Aroma jahe yang wangi langsung terasa begitu mangkuk ronde disajikan, mulai dari ronde kecil isi kacang, mochi, hingga angsle yang dikenal lembut dan pas manisnya.
Di malam-malam dingin, Ronde Titoni menghadirkan suasana khas kota lama dan keramaian pecinan yang membuat pengalaman bersantap semakin berkesan. Parkir kendaraan relatif mudah, dengan lahan mobil di seberang dan motor di samping kedai. Banyak pengunjung memuji kehangatan jahe yang nendang, rasa yang konsisten sejak puluhan tahun lalu, serta harganya yang ramah di kantong. Meski tempatnya sederhana, higienis dan pelayanannya cepat. Tak heran Titoni tetap jadi jujugan utama warga maupun wisatawan saat ingin mencari minuman hangat di malam hari.
- Warung Angsle Ronde
Berada di Jalan Merbabu No. 6, Oro-oro Dowo, kedai ini buka mulai sore hingga sekitar pukul 22.00. Lokasinya berada tepat di pinggir jalan, dinaungi deretan pohon mahoni yang besar sehingga memberi suasana adem saat menikmati sajian ronde maupun angsle. Warung ini dikenal punya rasa yang stabil dari tahun ke tahun, dengan kuah jahe yang tidak terlalu pedas namun tetap hangat di tenggorokan, cocok untuk dinikmati saat hujan turun atau ketika badan sedang lelah.
Menu yang ditawarkan cukup lengkap, mulai dari ronde, tahwa, hingga angsle yang menjadi favorit banyak pelanggan. Harganya terbilang bersahabat sehingga cocok untuk pengunjung segala usia. Meski rondenya dinilai berukuran kecil, rasanya tetap terasa dan porsinya pas untuk camilan hangat. Kursi-kursi yang berjajar membuat tempat ini nyaman untuk makan di tempat, meski semakin malam biasanya makin ramai. Cocok jadi pilihan bagi yang ingin menikmati ronde dengan suasana kaki lima khas Malang.
- Angsle & Ronde Pak Solikin
Kedai yang berada di Jalan Zaenal Zakse No. 80–66, Jodipan, ini buka dari pagi hingga larut malam, sekitar pukul 07.00 sampai 01.00. Berlokasi di deretan emperan pasar Kebalen, tempat ini sering dipadati pelanggan setia maupun pembeli baru yang penasaran dengan racikan ronde legendaris ini. Meskipun parkir mobil cukup menantang karena area yang terbatas, rasa kuah jahe yang seimbang dan isian ronde yang melimpah membuat banyak orang rela antre.
Dikelola oleh generasi kedua, rasa angsle dan ronde Pak Solikin dikenal stabil dan menjadi favorit banyak warga Malang. Porsinya pas, harganya sangat ekonomis, dan pelayanannya tergolong cepat walau antrean panjang. Banyak pelanggan menyebutkan bahwa dari berbagai ronde yang mereka coba di Malang, cita rasa Pak Solikin tetap yang paling cocok di lidah. Dengan bukanya yang hingga dini hari, tempat ini juga menjadi tujuan utama mereka yang ingin menghangatkan tubuh setelah kegiatan malam atau pulang bekerja.
Ketiga lokasi tersebut menawarkan pengalaman berbeda saat menikmati ronde dan angsle di Kota Malang. Mulai dari yang legendaris dengan sejarah panjang, suasana kaki lima yang ramai, hingga kedai pinggir pasar yang selalu penuh antrean, semuanya menghadirkan kehangatan yang pas untuk menemani malam basah dan dingin akibat hujan. Kelezatan kuah jahe berpadu dengan isian yang beragam membuat hidangan sederhana ini tetap menjadi favorit dari masa ke masa.
Dengan cuaca Malang yang semakin sering diguyur hujan, tak ada salahnya memasukkan salah satu dari rekomendasi ini ke daftar tujuan kulinermu. Selain menghangatkan tubuh, seporsi ronde atau angsle dari kedai-kedai ini juga memberikan sensasi nostalgia dan kenyamanan yang sulit dicari di tempat lain. Malang memang selalu punya cara untuk membuat malam terasa lebih hangat. (fr)
Editor : A. Nugroho