MALANG - Cuaca Kota Malang yang sejuk sering kali mendorong orang untuk mencari kuliner hangat dan berempah. Salah satu hidangan yang cocok dinikmati kapan pun adalah coto Makassar, sajian berkuah dengan rempah khas Sulawesi Selatan yang punya cita rasa kuat, gurih, sekaligus menenangkan. Beruntung, Malang memiliki banyak tempat makan yang menyajikan versi autentik dari hidangan ini.
Tak hanya untuk penikmat kuliner Nusantara, rekomendasi coto Makassar berikut juga cocok untuk kamu yang baru pertama kali ingin mencoba menu khas Makassar. Mulai dari yang berada di gang kecil hingga yang buka 24 jam, semuanya memiliki karakter rasa dan pengalaman makan yang berbeda. Berikut pilihan terbaiknya.
- Coto Makassar Widodaren 9
Berada di area pemukiman dekat pusat kota, tepatnya di belakang Wong Solo, Jalan Widodaren No. 9, Kauman, Klojen, tempat ini buka dari pukul 10.30 sampai 20.30. Meski lokasinya masuk gang kecil, warung ini cukup mudah dijangkau dan jadi favorit banyak orang yang ingin mencicipi coto Makassar versi rumahan namun kaya rempah. Aroma kuahnya langsung terasa begitu disajikan, dengan potongan daging yang lembut dan porsi yang cukup melimpah. Banyak pelanggan yang baru pertama kali mencoba coto merasa langsung cocok dengan racikan bumbu tempat ini.
Interiornya memang sederhana dan cenderung gelap, sehingga terkesan agak sumuk, namun rasa makanan yang mereka sajikan membuat kekurangan itu bisa dimaafkan. Selain coto, mereka juga menawarkan berbagai menu khas Makassar seperti pallubasa, es pisang ijo, hingga aneka pangsit mi. Parkir motor cukup luas, tetapi parkir mobil memerlukan sedikit ketelitian karena berada di depan rumah warga. Suasananya lebih cocok untuk makan cepat ketimbang nongkrong lama.
- Coto Makassar Sop Konro Daeng Rudi – Galunggung
Warung legendaris yang berada di Jalan Galunggung No. 65, Gading Kasri, Klojen, ini dikenal karena buka 24 jam, sehingga selalu jadi tujuan banyak orang, terutama saat lapar tengah malam. Tempat ini telah lama menjadi langganan warga Malang yang mencari cita rasa Makassar yang otentik. Menunya sangat beragam, mulai dari coto, palu basa, konro bakar, buras, pisang epe, hingga es pisang ijo yang terkenal murah namun enak.
Meski ramai pada jam makan siang karena berada di pinggir jalan raya, pelayanannya tetap cepat dan informatif. Suasananya memang sedikit bising oleh kendaraan yang melintas, namun rasa makanan yang kaya bumbu membuat banyak pelanggan tak masalah. Porsi coto di sini dikenal pas dan dagingnya empuk, meski ada juga yang merasa bumbunya lebih ringan dibanding coto khas Makassar yang lebih pekat. Tetap saja, tempat ini jadi jujukan wajib pecinta kuliner Makassar di Malang.
- Coto Makassar Sop Konro Daeng Rudi – Trunojoyo
Cabang lainnya berada di Jalan Trunojoyo No. 20, Klojen, dan buka dari pukul 10.00 hingga 22.00. Tempat ini menawarkan pengalaman makan yang lebih rapi dan bersih dengan pilihan menu serupa: coto daging, konro bakar, buras, hingga es pisang ijo yang menyegarkan. Banyak pelanggan memuji kuah coto di sini yang pekat dan kaya rempah, serta dagingnya yang tidak berbau prengus. Porsinya cukup besar dan tekstur buras yang lembut menambah kelezatan.
Meski beberapa pengunjung menganggap harganya agak lebih tinggi, kualitas rasa dan kebersihan tempatnya membuat banyak orang tetap kembali. Minuman khas seperti es markisa dan es pisang ijo menjadi pelengkap yang pas setelah menikmati makanan berbumbu kuat. Suasananya nyaman untuk makan cepat ataupun makan bersama keluarga.
Bagi pecinta kuliner Nusantara, menikmati coto Makassar di Malang adalah pengalaman yang harus dicoba. Setiap tempat menawarkan karakter rasa berbeda, mulai dari yang kental dan rempahnya kuat hingga yang lebih ringan namun tetap autentik. Dengan pilihan lokasi yang tersebar di tengah kota, kamu bisa menyesuaikan selera sekaligus menikmati hangatnya kuah coto yang cocok untuk cuaca Malang.
Jadi, jika kamu sedang mencari hidangan hangat yang mengenyangkan, tiga rekomendasi coto Makassar ini bisa jadi tujuan kuliner berikutnya. Bawa teman, keluarga, atau bahkan pergi sendiri, yang penting, pastikan kamu mencoba hidangan kaya sejarah dan rasa ini. (fr)
Editor : A. Nugroho