MALANG - Jalan Panderman di kawasan Klojen, Kota Malang, mungkin terlihat seperti jalan kecil dengan aktivitas yang tenang. Namun di balik itu, daerah ini menyimpan beberapa tempat makan yang konsisten ramai oleh pengunjung. Mulai dari pelajar, keluarga, hingga pekerja kantor, semuanya menjadikan kawasan ini sebagai lokasi favorit untuk mencari makanan enak tanpa perlu jauh-jauh ke pusat kota.
Keunggulan kuliner di Jalan Panderman bukan hanya pada ragam menunya, tetapi juga atmosfer tempat-tempat makannya yang terasa bersih, nyaman, dan ramah untuk semua kalangan. Baik untuk santai sore, sarapan ringan usai olahraga, hingga makan malam cepat dan praktis, semuanya tersedia di sepanjang ruas jalan ini.
- Depot Mie Sahadja Ijen
Berlokasi di Jalan Panderman No. 20, tempat makan ini buka mulai pukul 08.00 sampai 21.00 dan menawarkan suasana luas, terang, serta bersih, pas untuk keluarga, terutama karena ada area playground kecil yang aman untuk anak-anak. Restoran ini sebenarnya adalah cabang dari tempat yang lebih dulu berdiri di kawasan Sigura-Gura, dan kini menjadi pilihan banyak orang karena interiornya rapi, dingin, serta memiliki area khusus untuk perokok. Alat makan yang disajikan di gelas berisi air panas memberi kesan higienis sejak awal, sedangkan pelayanan yang cepat dan ramah membuat pengunjung merasa disambut.
Menu di Depot Mie Sahadja cukup bervariasi. Pengunjung bisa mencoba mie kolagen, bakmi sahadja, nasi siram ayam, hingga cheong fun yang kaya bumbu dan punya porsi pas. Untuk minuman, teh tarik hangat dan soda temulawak menjadi pilihan yang cukup populer. Wonton pedasnya hadir dengan isian lembut, sementara bakmi sahadja dengan chili oil memberikan sensasi gurih ringan tanpa rasa yang terlalu tajam, cocok sebagai comfort food. Banyak pengunjung menilai tempat ini layak dikunjungi kembali karena pelayanannya bagus, suasananya tenang, dan harganya masih terjangkau untuk lingkungan sekolah di sekitarnya.
- Nasi Pecel Pincuk Winongo
Di Jalan Panderman, tepatnya tak jauh dari sekolah Santa Maria, terdapat Nasi Pecel Pincuk Winongo yang buka mula dari pukul 06.30 hingga 13.00. Warung tenda sederhana ini menjadi buruan sarapan karena menyajikan pecel khas Madiun lengkap dengan daun pisang sebagai alas pincuknya. Suasana pagi di wilayah ini terasa sejuk, dan meski tempatnya sederhana dengan bangku panjang tanpa meja, justru itulah yang membuat pengunjung merasa seperti kembali ke masa kecil makan pecel rumahan.
Meski variasi sayurnya tidak banyak, bumbu pecelnya memiliki rasa yang pas dan bisa dipilih tingkat kepedasannya. Lauknya cukup beragam mulai dari telur asin, sate daging, mendol, hingga tempe goreng. Tidak heran antrean selalu terlihat, terutama di akhir pekan. Banyak pengunjung dari luar kota menyempatkan diri mampir karena rasa bumbu pecelnya yang kacangnya masih sedikit kasar dan terasa segar. Dari segi harga terbilang masih bersahabat, meskipun beberapa orang merasa porsinya sedikit. Namun dengan rasa yang stabil dan antrian yang selalu ramai, pecel ini tetap menjadi pilihan sarapan favorit di Jalan Panderman.
- Sei Mamtuaku
Berada di Jalan Panderman No. 3, tempat makan ini buka dari pukul 07.00 hingga 22.00 dan menawarkan menu sei sapi dengan aroma asap khas yang menggugah selera. Pilihan dagingnya cukup lengkap, dari daging sapi biasa hingga shortplate, meski beberapa potong tergolong agak tebal. Yang membuat menu di sini menarik adalah sambal kecombrangnya, pedasnya aromatik dan cocok dimakan bersama nasi pulen yang diberi sedikit irisan daun. Area makannya bersih meski minim dekorasi, dan fasilitas seperti toilet serta musala turut tersedia meskipun butuh sedikit perbaikan dari segi kebersihan.
Sei Mamtuaku juga dikenal cocok untuk makan cepat karena waktu penyajiannya hanya sekitar lima menit. Harganya cukup ramah kantong, sehingga banyak pengunjung, terutama anak muda. Mereka menyebutnya sebagai tempat ideal untuk nongkrong sambil makan enak. Menu platternya cukup besar dengan harga tetap bersahabat. Minuman seperti lemon tea dan markisa tea memang menggunakan sirup, tetapi tetap menyegarkan. Pelayanan kasir dan stafnya dinilai ramah serta tanggap. Hanya saja pengalaman parkir di sini kadang kurang nyaman karena ulah juru parkir yang meminta bayaran sambil kurang sopan. Terlepas dari itu, dari segi rasa dan porsi, Sei Mamtuaku tetap menjadi salah satu kuliner menarik di Jalan Panderman.
Berjalan menyusuri Jalan Panderman memberi pengalaman kuliner yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga menghadirkan suasana berbeda di tiap tempatnya. Dari mi gurih yang tersaji hangat di restoran keluarga, pecel sederhana yang ramai setiap pagi, hingga sei sapi beraroma asap yang cocok untuk makan siang atau malam, semuanya memiliki ciri khas tersendiri. Dengan harga masih terjangkau, lokasi mudah diakses, dan pilihan rasa beragam, kawasan ini layak masuk daftar destinasi kuliner wajib bagi siapa pun yang berkunjung ke Klojen.
Kuliner di Jalan Panderman menunjukkan bahwa tempat makan tidak harus besar atau mewah untuk meninggalkan kesan mendalam. Suasana bersahaja, rasa yang stabil, serta keramahan pelayan menjadi kombinasi sempurna yang membuat pengunjung ingin kembali. Jika sedang berada di Malang, sempatkanlah mampir, siapa tahu salah satu dari tempat ini justru menjadi favorit baru Anda. (fr)
Editor : A. Nugroho