Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Menjelajah Soto Dhok Paling Ikonik di Malang: Dari Bantingan Botol hingga Kuah Bening yang Bikin Nagih

A. Nugroho • Kamis, 11 Desember 2025 | 22:43 WIB

 

HANGAT DAN SEGAR : Menjelajah Soto Dhok Paling Ikonik di Malang: Dari Bantingan Botol hingga Kuah Bening yang Bikin Nagih
HANGAT DAN SEGAR : Menjelajah Soto Dhok Paling Ikonik di Malang: Dari Bantingan Botol hingga Kuah Bening yang Bikin Nagih

MALANG - Kuliner khas Malang memang tidak pernah kehabisan kejutan, dan salah satu yang paling unik adalah tradisi “dhok” dari warung-warung soto Lamongan. Bunyi khas dari botol kecap yang dihentakkan ke meja ini telah menjadi bagian dari pengalaman makan soto yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menghadirkan suasana meriah ala warung tradisional. Di balik bunyi “dhok” yang mengejutkan itu, tersimpan racikan soto berkuah bening dengan cita rasa segar dan potongan daging melimpah, membuatnya jadi favorit banyak warga lokal maupun pendatang.

Di berbagai sudut Kota Malang, terdapat warung soto dhok yang menawarkan pengalaman berbeda-beda, mulai dari tempat sederhana di dalam gang, ruang makan bersih dan luas, hingga warung yang buka hingga larut malam. Setiap tempat menghadirkan rasa khasnya masing-masing, namun satu hal yang sama: aroma khas soto Lamongan dan keunikan hantaman botol kecap yang menjadi daya tarik utamanya. Berikut tiga rekomendasi soto dhok di Malang yang bisa kamu kunjungi.

 

 

Soto Dhok Lamongan Pak Slamet di Jalan Terusan Pulosari, Bareng, Klojen, buka setiap hari pukul 16.00–22.00 dan sudah menjadi langganan banyak orang sejak 2017. Walaupun berada sedikit masuk gang dan tempatnya cukup sempit, warung ini hampir tidak pernah sepi. Pengunjung duduk rapat-rapat di bangku kayu sambil melihat penjual meracik soto dan menghentakkan botol kecap tua yang menimbulkan bunyi “dhok” khas yang sering membuat kaget. Suasananya benar-benar warung rumahan dengan kesederhanaan yang justru menambah sensasi makan.

Menu sotonya menggunakan kuah bening gurih dengan potongan daging sapi yang banyak, tauge, nasi, daun bawang, dan bawang goreng. Pengunjung bisa memilih isian sesuai selera, seperti hati, paru, atau usus. Harga satu mangkuknya sekitar dua puluh ribuan, dengan opsi lauk tambahan seperti perkedel yang jadi favorit banyak pelanggan. Meski area parkir agak sulit dan kebersihan tempat bisa lebih ditingkatkan, rasa sotonya yang konsisten membuat banyak orang rela kembali berkali-kali.

 

 

Di Jalan Sunandar Priyo Sudarmo No. 19, Purwantoro, Blimbing, terdapat warung Soto Dhok yang buka dari pukul 10.00 hingga 22.00. Tempatnya bersih, cukup luas, dan pelayanannya ramah, membuat pengunjung nyaman sejak pertama datang. Warung ini terkenal sejak lama dan menjadi langganan banyak warga yang sudah mengenalnya sejak kecil. Suasananya sederhana tetapi terawat, cocok dijadikan tempat makan siang bersama keluarga.

Cita rasa sotonya tetap konsisten dari tahun ke tahun, dengan kuah yang segar dan daging yang empuk. Tradisi botol kecap yang dibenturkan hingga berbunyi keras tetap dipertahankan dan menjadi ciri khasnya. Harga per porsi sekitar dua puluh ribu, ditambah berbagai lauk tambahan yang bisa dipotong sendiri ke dalam mangkok. Banyak pengunjung yang kembali ke sini karena rasa lawasnya tetap terjaga dan porsinya memuaskan.

 

 

Soto Dok Lamongan Umik Mar berada di Jalan Ahmad Yani No. 87, Blimbing, tepat di samping Alfamidi, dan buka dari pukul 09.00 hingga tengah malam. Lokasinya strategis di tepi jalan raya sehingga mudah dijangkau. Warung ini menawarkan suasana yang lebih luas dibanding beberapa warung soto dhok lain, dengan pilihan menu yang cukup lengkap, tidak hanya soto daging tetapi juga soto ayam, rawon, hingga aneka lalapan.

Rasa sotonya seperti soto rumahan, ringan namun tetap gurih meski beberapa pengunjung merasa koya-nya bisa lebih banyak. Dagingnya empuk dan potongannya cukup besar. Lauk tambahan seperti iso, paru, babat, dan perkedel juga tersedia dengan harga yang terjangkau. Banyak pelanggan memuji porsinya yang pas dan harganya yang bersahabat, makan berlima lengkap dengan lauk tambahan hanya menghabiskan sekitar 95 ribu.

Melihat ragam soto dhok di Malang, setiap tempat menawarkan pengalaman yang berbeda meski sama-sama mempertahankan identitas khasnya. Dari warung kecil di dalam gang hingga tempat yang luas di tepi jalan, bunyi “dhok” dari botol kecap selalu menjadi pemersatu yang memberikan kesan unik bagi siapa pun yang mencobanya. Rasa kuah bening yang segar, daging melimpah, dan suasana tradisional membuat kuliner ini punya tempat tersendiri di hati banyak orang.

Bagi pencinta kuliner, menjelajah soto dhok di Malang bisa menjadi pengalaman menyenangkan. Kamu tidak hanya menikmati makanan hangat yang menggugah selera, tetapi juga merasakan budaya makan khas yang sudah diwariskan sejak puluhan tahun lalu. Jadi, jika sedang berada di Malang, pastikan salah satu dari tiga rekomendasi ini masuk dalam daftar destinasi kulinermu. (fr)

Editor : A. Nugroho
#soto #Soto Dhok #malang #soto ayam