MALANG - Selama ini Gunung Bromo kerap disebut sebagai destinasi favorit untuk menikmati matahari terbit di Jawa Timur. Namun di balik popularitas tersebut, Malang ternyata menyimpan sejumlah lokasi sunrise yang keindahannya tak kalah memikat. Dikelilingi perbukitan hijau dan udara pegunungan yang sejuk, momen munculnya sinar matahari pagi di kawasan ini mampu menghadirkan ketenangan sekaligus rasa kagum.
Menariknya, spot sunrise di Malang tidak hanya cocok untuk pendaki berpengalaman. Beberapa lokasi justru ramah bagi pemula maupun wisatawan yang ingin menikmati pagi dari ketinggian tanpa harus menempuh jalur ekstrem. Mulai dari puncak dengan panorama kebun teh, bukit yang diselimuti awan, hingga area paralayang dengan pemandangan kota, berikut 3 tempat menikmati matahari terbit di Malang yang patut dicoba.
- Puncak Lincing
Puncak Lincing berada di kawasan Kreweh, Gunungrejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dengan ketinggian sekitar 1.860 mdpl, jalur pendakiannya dikenal cukup menantang meski tidak setinggi gunung lain di Malang. Pendaki akan melewati jalan makadam berbatu yang terus menanjak, menyusuri kebun teh dan kopi sebelum mencapai puncak.
Waktu tempuh dari basecamp menuju puncak sekitar 5 jam dengan dua pos perhentian utama. Jalur menuju pos kedua relatif landai, namun setelahnya pendaki akan dihadapkan pada tanjakan curam dengan tanah berpasir dan bebatuan. Rasa lelah terbayar saat kabut perlahan terurai dan lautan awan muncul di hadapan mata saat matahari terbit.
Untuk memasuki kawasan ini, pengunjung dikenakan tiket sekitar Rp 20.000 dan diwajibkan melakukan pendaftaran secara daring. Terdapat tambahan biaya asuransi Rp 10.000 serta parkir motor Rp 10.000. Disarankan membawa perlengkapan seperti sarung tangan, masker, jas hujan, serta bekal yang cukup karena cuaca dapat berubah dengan cepat. Bagi pendaki yang kelelahan saat turun, tersedia jasa ojek dari pos dua dengan tarif sekitar Rp 50.000.
- Puncak Budug Asu
Masih berada di kawasan Kreweh, Gunungrejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Puncak Budug Asu menjadi alternatif favorit bagi pendaki pemula. Ketinggiannya sekitar 1.200 mdpl dengan jalur pendakian yang relatif lebih santai, terutama jika melewati rute kebun teh Wonosari.
Pendakian biasanya dimulai sekitar pukul 02.00 dini hari agar bisa tiba di puncak tepat saat matahari terbit. Waktu tempuh sekitar 2 jam dengan pemandangan hamparan teh hijau dan udara segar yang menemani perjalanan. Setibanya di puncak, panorama citylight serta siluet Gunung Arjuno menjadi suguhan utama yang menghapus rasa lelah.
Budug Asu kerap dijadikan tempat untuk refleksi diri, berdoa, atau sekadar menikmati suasana tenang. Setelah turun, pengunjung bisa menghangatkan badan dengan minuman jahe atau mie panas di warung sekitar, ditemani alunan musik yang menjadi ciri khas kawasan perbukitan ini.
- Paralayang Gunung Banyak
Bagi yang ingin menikmati sunrise tanpa harus mendaki jauh, Paralayang Gunung Banyak bisa menjadi pilihan. Lokasinya berada di Jalan Gunung Banyak, Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur, dengan akses yang mudah dijangkau menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Pengunjung cukup membayar tiket masuk sekitar Rp 25.000 per orang. Dari atas bukit, pemandangan matahari terbit terlihat memukau dengan semburat jingga yang berpadu dengan Kota Batu yang masih tertutup kabut tipis. Selain menikmati sunrise, tersedia pula wahana terbang tandem paralayang dengan tarif sekitar Rp 400.000 bagi wisatawan yang ingin merasakan sensasi melayang di udara.
Di sekitar area Paralayang Gunung Banyak juga terdapat berbagai warung makanan hangat serta spot foto yang menarik, menjadikannya destinasi cocok untuk healing ringan tanpa perlu persiapan pendakian yang rumit.
Menikmati matahari terbit bukan sekadar menyaksikan pergantian malam ke pagi, tetapi juga tentang perjalanan menuju ketenangan. Malang menawarkan beragam pilihan, mulai dari pendakian menantang hingga spot santai yang mudah diakses. Puncak Lincing dengan lautan awan, Budug Asu yang ramah pemula, serta Paralayang Gunung Banyak dengan panorama kota, semuanya menghadirkan pengalaman sunrise yang berbeda namun sama sama berkesan.
Sebelum dinginnya pagi menjadi alasan untuk tetap terlelap, tak ada salahnya menyiapkan jaket hangat dan kamera terbaik. Sebab di setiap fajar Malang, selalu ada keindahan yang layak disambut sebagai awal hari yang baru. (fr)
Editor : A. Nugroho