Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jalan Panderman, Surga Kuliner Tersembunyi di Klojen dengan Pilihan Rasa yang Beragam

A. Nugroho • Kamis, 18 Desember 2025 | 23:14 WIB
GURIH: Cwie mi kenyal berpadu ayam suwir gurih dan pangsit
GURIH: Cwie mi kenyal berpadu ayam suwir gurih dan pangsit

 

MALANG – Jalan Panderman yang berada di kawasan Klojen, Kota Malang, kerap luput dari perhatian karena ukurannya yang tidak terlalu besar dan suasananya yang cenderung tenang. Namun siapa sangka, di sepanjang jalan ini justru tersimpan beragam pilihan kuliner yang konsisten menarik pengunjung dari berbagai kalangan. Mulai dari warga sekitar, pelajar, hingga pekerja kantoran, banyak yang menjadikan Jalan Panderman sebagai tujuan makan favorit.

Daya tarik kawasan ini terletak pada pilihan tempat makan yang tidak berlebihan secara konsep, tetapi kuat dari segi rasa dan kenyamanan. Beberapa tempat bahkan dikenal karena kebersihan, pelayanan yang sigap, serta menu yang cocok dinikmati kapan saja, baik pagi, siang, maupun malam. Berikut tiga tempat makan di Jalan Panderman yang menawarkan pengalaman kuliner berbeda namun sama-sama layak dicoba.

 

 

Salah satu tempat makan yang cukup mencolok di Jalan Panderman adalah Depot Mie Sahadja Ijen yang berada di nomor 20. Tempat ini beroperasi dari pukul 08.00 hingga 21.00 dan menawarkan suasana yang terang, rapi, serta nyaman untuk berbagai kalangan. Area makannya cukup luas, dilengkapi pendingin ruangan, serta tersedia area bermain anak yang membuatnya ramah bagi keluarga.

Sebagai cabang dari depot yang lebih dulu dikenal di kawasan Sigura-Gura, tempat ini mempertahankan standar kebersihan dan pelayanan yang baik. Pengunjung akan langsung merasakan kesan higienis sejak awal, mulai dari alat makan yang disajikan rapi hingga pelayanan staf yang cepat dan ramah. Pilihan menunya cukup beragam, mulai dari mie kolagen, bakmi khas Sahadja, nasi siram ayam, hingga cheong fun dengan cita rasa ringan namun kaya bumbu. Wonton pedas dan bakmi dengan chili oil menjadi menu favorit karena rasanya tidak berlebihan dan nyaman di lidah. Dengan harga yang masih terjangkau dan suasana yang tenang, depot ini cocok untuk makan santai bersama keluarga atau rekan kerja.

 

 

Bagi pencinta sarapan tradisional, Nasi Pecel Pincuk Winongo menjadi salah satu destinasi yang selalu ramai dikunjungi. Berlokasi tak jauh dari area sekolah Santa Maria, warung tenda ini mulai buka sejak pukul 06.30 hingga 13.00. Meski tampil sederhana dengan bangku panjang dan tanpa meja, suasana makan di sini justru terasa hangat dan akrab.

Pecel disajikan menggunakan alas daun pisang dengan ciri khas bumbu kacang yang tidak terlalu halus dan terasa segar. Pengunjung bisa memilih tingkat kepedasan sesuai selera, lalu menambahkan aneka lauk seperti telur asin, sate daging, mendol, atau tempe goreng. Meski pilihan sayurnya tidak terlalu banyak, rasa bumbunya dinilai konsisten dan khas. Tak heran jika antrean sering terlihat, terutama pada akhir pekan. Porsinya memang tidak terlalu besar, namun dengan harga yang bersahabat dan rasa yang stabil, warung pecel ini tetap menjadi pilihan sarapan favorit di kawasan Jalan Panderman.

 

 

Berada di Jalan Panderman nomor 3, Sei Mamtuaku menawarkan menu utama berupa sei sapi dengan aroma asap yang kuat dan menggoda. Tempat makan ini buka dari pagi hingga malam, tepatnya pukul 07.00 sampai 22.00, sehingga cocok dikunjungi kapan saja. Area makannya terbilang sederhana namun bersih, dengan fasilitas dasar seperti toilet dan musala yang tersedia.

Keunggulan Sei Mamtuaku terletak pada kecepatan penyajian dan cita rasa dagingnya. Dalam waktu singkat, seporsi sei sapi sudah tersaji dengan nasi hangat dan sambal kecombrang yang aromatik. Potongan dagingnya cenderung tebal dengan rasa asap yang cukup dominan. Menu platter dengan porsi besar juga menjadi pilihan favorit, terutama bagi pengunjung yang datang berkelompok. Harga yang masih ramah di kantong membuat tempat ini digemari anak muda. Meski pengalaman parkir kadang kurang nyaman, dari segi rasa, porsi, dan pelayanan, Sei Mamtuaku tetap menjadi salah satu spot makan yang patut dicoba di Jalan Panderman.

Menjelajahi kuliner di Jalan Panderman memberikan pengalaman yang beragam dalam satu kawasan yang relatif tenang. Dari hidangan mi dengan cita rasa ringan, pecel tradisional yang cocok untuk sarapan, hingga sei sapi beraroma asap untuk makan siang atau malam, semuanya hadir dengan karakter masing-masing.

Kawasan ini membuktikan bahwa tempat makan yang sederhana tetap bisa meninggalkan kesan mendalam jika didukung oleh rasa yang konsisten dan suasana yang nyaman. Jika sedang berada di Klojen atau sekitarnya, Jalan Panderman layak masuk daftar tujuan kuliner yang patut dijelajahi. Siapa tahu, salah satunya justru menjadi tempat makan langganan baru. (fr)

Editor : A. Nugroho
#bakmi #sei sapi #malang #kuliner #pecel