KOTA MALANG – Di tengah sejuknya udara Kota Malang, semangkuk soto ayam panas menjadi pilihan kuliner yang tak pernah kehilangan penggemar. Dari pagi hingga siang hari, sejumlah warung soto ayam legendaris terus dipadati pelanggan, mulai dari warga lokal hingga wisatawan yang sengaja berburu rasa otentik khas Malang.
Cita rasa soto ayam Malang dikenal ringan namun gurih, dengan kuah bening kekuningan, suwiran ayam kampung, taburan seledri, bawang goreng, serta pelengkap koya yang memperkaya rasa. Berikut beberapa soto ayam legendaris yang hingga kini masih menjadi favorit di Kota Malang.
Soto Ayam Lombok, Ikon Kuliner Sejak Puluhan Tahun
Berlokasi di Jalan Lombok No. 1, Klojen, Soto Ayam Lombok telah menjadi bagian dari sejarah kuliner Malang. Kuahnya bening namun kaya rempah, ayamnya empuk, dan porsinya mengenyangkan. Tak jarang pengunjung harus mengantre, terutama saat jam makan siang.
Harga soto ayam dibanderol mulai Rp 25.000 per porsi, dengan tambahan lauk seperti telur, ati ampela, dan perkedel.
Soto Geprak Mbah Djo, Sensasi Tradisi di Setiap Suapan
Terletak di kawasan Jalan Letjen S. Parman, Soto Geprak Mbah Djo dikenal dengan penyajian ayam yang “digeprak” atau dipukul hingga pipih sebelum disiram kuah panas. Rasa gurih kaldunya terasa kuat dan khas, membuatnya digemari lintas generasi.
Harga seporsi soto ayam berkisar Rp 23.000–Rp 30.000, tergantung pilihan lauk.
Soto Ayam Cak To, Favorit Sarapan Warga Kota
Warung sederhana di kawasan Jalan Jenderal Basuki Rahmat ini selalu ramai sejak pagi hari. Kuahnya ringan dan segar, cocok dinikmati sebagai menu sarapan. Banyak pelanggan setia menyebut rasanya konsisten sejak dulu.
Harga soto ayam relatif terjangkau, mulai Rp 18.000 per porsi.
Soto Ayam Pak Sabar, Legendaris di Kawasan Pasar Besar
Berada tak jauh dari Pasar Besar Malang, Soto Ayam Pak Sabar dikenal dengan porsi melimpah dan rasa rumahan yang kuat.
Pelanggan dapat menambahkan koya sesuai selera untuk memperkaya rasa.
Harga seporsi soto ayam mulai Rp 20.000, menjadi pilihan favorit pedagang dan pengunjung pasar.
Keberadaan warung-warung soto ayam legendaris ini membuktikan bahwa kuliner sederhana tetap mampu bertahan di tengah gempuran makanan modern. Soto ayam khas Malang bukan sekadar hidangan, melainkan bagian dari identitas rasa dan kenangan kota yang terus hidup dari generasi ke generasi.
Editor : A. Nugroho