Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Piknik Sambil Membatik di Lembah Dieng Kabupaten Malang, Peserta Didominasi Usia 20-25 Tahun

Aditya Novrian • Minggu, 4 Januari 2026 | 13:32 WIB
RILEKS: Para peserta menikmati alam di Lembah Dieng untuk membatik beberapa waktu lalu yang dikelola
RILEKS: Para peserta menikmati alam di Lembah Dieng untuk membatik beberapa waktu lalu yang dikelola

PIKNIK tidak hanya makan-makan atau duduk santai, tapi juga bisa menorehkan motif batik bersama teman di Lembah Dieng. Sejak Desember 2025, muncul pemandangan baru. Anak muda yang duduk santai sambil membatik.

Tren ini lahir dari kolaborasi LKP Soendari Batik dengan Alas Picnic. Konsep unik ini memadukan seni dan rekreasi, sehingga peserta bisa bercengkerama, menikmati udara segar, dan sekaligus menghasilkan karya batik yang unik. Kegiatan yang dilakukan adalah membatik sapu tangan dengan motif khas Malangan. Seperti bunga teratai dan topeng Malangan.

Menurut Yunita Sandrajanti, pemilik LKP Soendari Batik, konsep ini sekaligus mengenalkan batik kepada generasi muda dengan cara yang fun. ”Suasana santai di bawah pohon membuat pengalaman membatik terasa lebih rileks dibandingkan di galeri atau studio,” terang dia.

Mayoritas peserta event pertama berusia 20–25 tahun. Aktivitas ini bukan hanya memberi kesempatan berkarya, tapi juga menjadi sarana healing. Fokus pada motif, warna, dan teknik canting membuat pikiran lebih tenang, sekaligus menjadi cara melepas penat.

Peserta duduk di bawah pepohonan, sesekali berbincang ringan, sambil menorehkan pola yang disukai, menciptakan momen santai namun produktif. Tiap peserta hanya membayar Rp 100 ribu. Semua peralatan sudah disediakan. Mulai kain dengan sketsa motif, canting, malam, pewarna, hingga wajan dan kompor kecil untuk memanaskan malam sebelum diaplikasikan ke kain.

”Peserta tinggal membawa diri, berkonsentrasi sebentar, dan bisa membawa pulang hasil karyanya. Kesuksesan event pertama membuat minat peserta meningkat,” beber Yunita.

Tahun ini, Yunita dan tim berencana menggelar kegiatan serupa dengan mentor terbaik untuk memandu peserta menjelaskan filosofi motif, dan memastikan pengalaman membatik tetap edukatif sekaligus menyenangkan.

Piknik sambil membatik ini membuktikan bahwa rekreasi di Malang kini bisa lebih kreatif. Menikmati alam, bersantai bersama teman, dan melestarikan budaya batik, semua dalam satu momen yang menyenangkan. (aff/adn)

Editor : A. Nugroho
#Lembah Dieng #batik #malang #piknik