BATU - Siapa bilang main ke Drive Thru Park Jawa Timur Park (JTP) 2 hanya akan duduk manis di atas shuttle car sambil melihat koleksi satwa dari jauh? Wisatawan tetap bisa berjalan kaki menikmati sejumlah spot yang berada di kawasan rest area. Termasuk menyaksikan tiga pertunjukan sepesial. Salah satunya pacuan ostrich alias burung unta.
Dalam pertunjukan itu, burung unta akan unjuk kelebihannya dalam kecepatan berlari. Sebab, satwa asal Afrika itu bisa berlari dengan kecepatan hingga 70 km per jam. Menariknya, pengunjung bisa langsung mencoba merasakan sensasi balap lari dengan burung yang tidak bisa terbang itu.
Baca Juga: Sukses Jadi Tuan Rumah TPO Regional Meeting, Wisata Batu Makin Mendunia
Guest Relation Officer Drive Thru Park JTP 2 Ristika Sharen Tanaya mengatakan pacuan ostrich show digelar dua kali setiap hari. Ada dua burung unta betina bernama Rina dan Rani yang siap menghibur wisatawan. Mereka pula yang akan menjadi rival pengunjung yang ingin mencoba adu kecepatan berlari.
“Pertunjukan ini bisa dinikmati pengunjung gratis tanpa membayar tiket lagi,” ujar Tika. Dia menyebut ada dua pemandu show sekaligus keeper yang akan mengarahkan jalannya pertunjukan. Pengunjung tidak perlu khawatir, karena Rina dan Rani sudah jinak dan cukup bersahabat dengan manusia.
Baca Juga: Kaos Betuliskan Kota Wisata Batu Paling Diincar Wisatawan
Tika menambahkan pacuan ostrich show bukan pertunjukan satu-satunya di Drive Thru Park JTP2. Ada dua pertunjukan lagi yang juga bisa dinikmati pengunjung secara cuma-cuma. Yakni LED live show dan extreme show. “Kalau LED live show ada enam kali pertunjukan setipa hari di amphiteater, sedangkan extreme show, empat kali di outdoor,” katanya.
Salah satu pengunjung yang beruntung merasakan sensasi balap lari yakni Muh. Fadhalani Tafdila Syamsul. Mahasiswa pascasarjana salah satu kampus negeri di Kota Malang itu menyebut momen adu cepat balap lari dengan burung unta tidak akan bisa ia lupakan. Apalagi dia berhasil memenangkan perlombaan itu.
Namun, itu bukan semata karena ia punya kecepatan lari lebih dari sang ostrich. Melainkan ada rasa takut dan khawatir burung raksasa itu mencelakainya. Fadlan merasa seperti dikejar anjing saat harus berdampingan dengan burung unta tersebut. “Rasanya seperti dikejar anjing. Saya takut terinjak karena ukuran tubuhnya besar dan tinggi,” tandasnya. (ori/dre)
Disunting kembali oleh: Satya Eka Pangestu
Editor : Aditya Novrian