KEPANJEN - Selama pengembangan Kawasan Wisata Songgoriti terhambat pada 2014 sampai 2023 lalu, dua perusahaan pengelolanya memiliki utang pajak kepada Pemkot Batu. Karena kerja sama sudah diputus, tagihannya harus dilunasi Perumda Jasa Yasa, BUMD di bawah Pemkab Malang.
Utang tersebut rencananya akan dituntaskan tahun ini. Direktur Utama (Dirut) Perumda Jasa Yasa R. Djoni Sudjatmiko menyampaikan, tagihan tersebut merupakan pajak air tanah. Pihaknya bakal mencicil pelunasannya setiap bulan. Sayangnya, dia tidak mengingat nominal utang yang menunggak sejak 2014 sampai 2023 itu.
”Tagihannya sedikit, per bulan sekitar Rp 200 sampai Rp 300 ribu. Karena sudah tidak beroperasi. Paling beberapa bulan ini tagihan utangnya selesai kami bayar,” ujar dia saat ditemui beberapa waktu lalu.
Dia menjelaskan, salah satu syarat perizinan dapat dikeluarkan secara keseluruhan yakni lunasnya utang tersebut. Sehingga, tahun ini, perizinan untuk pengembangan kawasan wisata legendaris itu rencana bakal dilakukan.
”Wisata-wisata yang sepi akan kami hidupkan habis ini lewat kerja sama dengan beberapa investor,” ucap Djoni. Termasuk lingkungan di sekitar Candi Songgoriti yang terbengkalai. Sebelumnya, pengembangan kawasan wisata itu dilakukan oleh satu investor. Namun, tahun ini, pihaknya akan menggandeng lebih dari dua perusahaan.
Sementara ini, sudah ada dua perusahaan yang akan mengembangkan Songgoriti. Satu perusahaan di antaranya sudah berjalan. Yakni Songgoriti Hot Spring yang mengelola pemandian air panas dengan luas sekitar 2.349 meter persegi. Sedangkan perusahaan satunya, yakni PT Ngalam Kane sedang proses mengurus perizinan.
Perusahaan tersebut rencananya akan membuka lapangan padel dan restoran di sana. Tahun ini, Perumda Jasa Yasa juga menginvestasikan Rp 640 juta untuk pengembangan di area air panas dengan luas 8.000 meter persegi. Serta pasar dengan luas 3.000 meter persegi.
Pembangunan tersebut ditarget tuntas akhir 2026. Pelaksanaannya bakal dilakukan secara bertahap. Pengembangan area air panas akan dilakukan terlebih dahulu. Tujuannya untuk meramaikan kawasan wisata di sana.
Begitu kawasan wisata mulai ramai, pihaknya akan mengembangkan pasar. Pasar tersebut akan memberdayakan UMKM lokal sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat. (yun/by)
Editor : Aditya Novrian