Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pasar Jadi Prioritas Terakhir Kawasan Wisata Songgoriti Kota Batu

Bayu Mulya Putra • Kamis, 5 Februari 2026 | 10:58 WIB
BAKAL DIBANGKITKAN LAGI: Bekas Pasar Songgoriti menyisakan banyak kios kosong karena sepinya pengunjung. Pengembangan wisata Songgoriti akan dibagi dalam enam objek.
BAKAL DIBANGKITKAN LAGI: Bekas Pasar Songgoriti menyisakan banyak kios kosong karena sepinya pengunjung. Pengembangan wisata Songgoriti akan dibagi dalam enam objek.

KEPANJEN - Setelah perizinan dari Pemkot Batu dibuka, Kawasan Wisata Songgoriti bakal dikembangkan lagi pada tahun ini. Pengembangan kawasan wisata tersebut akan dibagi dalam enam objek.

Untuk sementara, ada empat objek wisata yang akan dikembangkan. Yakni Songgoriti Hot Spring (SHS) yang sudah berjalan, lapangan padel, pemandian air panas, dan Pasar Songgoriti.

“Pasar menjadi yang terakhir yang akan kami kembangkan. Kami ramaikan dulu wisatanya, baru mengembangkan pasarnya,” ujar Direktur Utama (Dirut) Perumda Jasa Yasa R. Djoni Sudjatmiko, beberapa waktu lalu.

Dia menyebut, jika pasar dikembangkan lebih dulu, harga penawaran kepada investor bisa lebih murah. Kawasannya saat ini juga masih sepi. Sehingga cukup berisiko jika memilih mengembangkan pasar lebih dulu dibanding objek wisata lainnya.

“Kami upayakan untuk memperbaiki sarana dan prasarana kios-kiosnya.  Tetapi area pengembangannya masih tetap,” imbuhnya. Luasnya sekitar 3.000 meter persegi. Saat ini, kios-kios di pasar tersebut sudah banyak yang tutup karena sepinya pembeli. Padahal, saat masa jayanya, titik tersebut menjadi salah satu pusat perdagangan di Kawasan Wisata Songgoriti.

Dari puluhan kios, hanya ada dua yang masih buka. Menurut Djoni, sepinya pasar tersebut salah satunya karena kurangnya pengembangan di kawasan wisata. Namun, pihaknya juga tidak bisa berbuat banyak. Sebab, sejak 2014 lalu, perusahaan yang menjadi investor di sana terkendala perizinan untuk pengembangan kawasan tersebut.

“Kalau pengembangan sudah kami mulai, bisa ramai lagi,” kata dia. Seperti diberitakan, pada Desember 2025 lalu Perumda Jasa Yasa dan Pemkot Batu berdiskusi hingga mencapai kesepakatan untuk terus mengembangkan kawasan wisata dengan luas 4,3 hektare itu. Asalkan masyarakat setempat tetap diizinkan terlibat di dalamnya.

Awal tahun ini, perizinan untuk mengembangkan wisata bersejarah itu mulai dibuka. Satu investor sudah berjalan. Yakni Songgoriti Hot Spring yang mengelola pemandian air panas dengan luas sekitar 2.349 meter persegi.

Sedangkan perusahaan satunya, yakni PT Ngalam Kane, sedang proses mengurus perizinan. Perusahaan tersebut rencananya akan membuka lapangan padel dan restoran di sana.

Tahun ini Perumda Jasa Yasa juga menginvestasikan Rp 640 juta untuk pengembangan di area air panas dengan luas 8.000 meter persegi dan pasar dengan luas 3.000 meter persegi. Pembangunan tersebut ditarget tuntas akhir 2026. Pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap. (yun/by)

Editor : Aditya Novrian
#Dirut #wisata songgoriti #Kota Batu #SHS