RADAR MALANG - Wisata alam "Goa Pinus" di kawasan gunung banyak kini bukan lagi sekedar pelengkap destinasi alam biasa.
Mengusung tema "back to nature" dengan sentuhan kekinian, Goa Pinus kini menawarkan pengalaman unik yang memadukan kesejukan hutan pinus dengan instalasi seni bambu yang ikonik.
Hal pertama yang perlu disoroti adalah asal usul wisata alam Goa Pinus. Sebenarnya lokasi wisata ini dulunya merupakan lubang penambangan pasir sedalam 5 meter yang sudah lama ditinggalkan.
Alih-alih ditinggalkan dan terbengkalai, warga lokal menyulapnya menjadi objek wisata tersembunyi namun cantik di tengah lebatnya hutan pinus.
Destinasi yang paling sering dikunjungi para wisatawan adalah perahu kayu di Tepi Tebing atau batuan yang menjorok ke arah jurang. Spot ini seringkali viral dan dijadikan spot foto instagramable yang memberikan sensasi seolah sedang berlayar di atas samudera kabut.
Selain itu terdapat penambahan spot foto baru berupa Rumah Papua yang menghadirkan suasana etnik yang kontras. Lalu terdapat spot papandayan, yaitu area bebatuan yang ditata sedemikian rupa sampai menyerupai lanskap kawah.
Untuk menikmati destinasi wisata ini, pengunjung tidak perlu mengeluarkan uang banyak. Dengan tiket seharga Rp10.000 hingga Rp15.000 pengunjung sudah bisa mengakses ke seluruh spot foto dan menjadi kawasan wisata favorit Gen Z yang suka berfoto sebagai bahan sosial media mereka.
Waktu terbaik bagi Anda jika ingin mengunjungi kami rekomendasikan untuk datang pada pukul 08.00 hingga 10.00 WIB atau 16.00 WIB ketika lokasi tersebut berkabut. Fasilitas yang tersedia terdapat area parkir, mushola, toilet hingga sebuah kafe sederhana.
Penulis: Satya Eka Pangestu
Editor : Aditya Novrian