RADAR MALANG - Kota Wisata batu kembali lagi menghadirkan daya tariknya melalui sebuah destinasi kuliner unik bernuansa alam. Tenthirty Coffee hadir sebagai tempat ngopi yang sejuk dan asri di tengah hutan pinus Kota Batu.
Berlokasi di Jalan Terusan Sultan Agung No. 2, Ngaglik, Kec. Batu, Kota Batu. Kafe ini berhasil menciptakan lingkungan dari hasil modernitas lokasi yang dipadukan dengan alam.
Setiap pengunjung yang pertama kali datang akan langsung disambut aroma khas pohon pinus yang menenangkan dan semilir angin sejuk dari pegunungan sekitar. Deretan pohon pinus yang menjulang tinggi berfungsi sebagai atap alami yang teduh bahkan saat matahari tepat di atas kepala.
Konsep outdoor di kafe ini tidak hanya menawarkan nilai estetika saja, akan tetapi menawarkan ruang untuk bernapas bagi mereka yang jenuh dengan kondisi perkotaan yang bising.
Desain furnitur kayu yang minimalis sengaja dipilih agar tidak mendominasi pemandangan alam yang menjadi fokus utama lokasi asri ini. Selain itu pilihan menu makanannya beragam mulai dari kopi susu signature yang creamy hingga seduhan manual brew dengan karakter rasa yang kuat.
Terdapat juga camilan hangat seperti pisang goreng dan mendoan sempurna untuk melawan hawa dingin yang sering terjadi di Kota Batu.
Saat malam tiba, suasana di Jalan Terusan Sultan Agung ini berubah menjadi sangat romantis berkat pendar lampu-lampu gantung yang melintang di antara pepohonan.
Kaum muda sering menggunakan momen ini untuk berbicara panjang dalam suasana tenang atau mengabadikan foto cantik.
Tenthirty Coffee buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 23.00 WIB, memungkinkan pengunjung berkunjung sesuai dengan jadwal liburan mereka. Kafe ini sekarang menjadi topik diskusi di media sosial karena memiliki banyak tempat parkir dan akses jalan yang mulus.
Strategi pengelolaan yang mengutamakan kelestarian wilayah hutan milik Perhutani ini sangat dihargai karena dapat mempertahankan ekosistem asli tanpa merusak lingkungan.
Untuk alasan ini, lokasi ini sangat disarankan untuk pengunjung yang merindukan suasana pegunungan asli.
Penulis: Satya Eka Pangestu
Editor : Aditya Novrian