MALANG - Udara malam di Kota Malang yang sejuk bahkan cenderung dingin selalu punya cara tersendiri untuk dirayakan. Salah satunya dengan menyeruput semangkuk wedang ronde hangat yang kaya rasa jahe dan manis legit isian kacang. Di sudut-sudut kota, warung ronde tetap bertahan menjadi destinasi kuliner malam favorit, tempat orang-orang datang bukan hanya untuk menghangatkan tubuh, tetapi juga berbagi cerita
Berikut tiga warung ronde favorit di Kota Malang yang tak pernah sepi pengunjung. Wajib dicoba bagi wisatawan atau warga lokal yang kangen hangatnya nyeruput ronde sambil bercengkrama dengan teman atau keluarga tersayang.
1. Ronde Titoni, Legenda Ronde Sejak Puluhan Tahun
Nama Ronde Titoni sudah begitu melekat di benak warga Malang. Berada di kawasan Pecinan Klojen, warung ini dikenal sebagai salah satu ronde legendaris yang tetap eksis hingga sekarang.
Menikmati semangkuk ronde di sini menghadirkan suasana klasik. Duduk di kursi sederhana di tepi jalan, pengunjung langsung disambut aroma jahe yang kuat dan hangat. Kuah jahenya terasa pekat dengan perpaduan manis yang pas.
Bola-bola ketan berisi kacang tanah lembut saat digigit, berpadu dengan potongan roti tawar dan kacang sangrai. Sensasi hangatnya langsung terasa hingga ke tubuh, apalagi saat malam Malang sedang dingin.
Harga ronde di sini berkisar Rp 8.000–Rp 12.000 per porsi, tergantung pilihan isian.
Lokasinya berada di Jalan Zainul Arifin No. 17, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Warung ini biasanya buka mulai sore sekitar pukul 18.00 hingga mendekati tengah malam.
2. Angsle dan Ronde Akor, Favorit Warga Lokal
Berlokasi di kawasan Sempu, warung ini selalu ramai sejak sore hari. Tempatnya memang tidak besar, namun suasananya terasa akrab dan hangat.
Saat semangkuk ronde disajikan, uap tipis dari kuah jahe langsung menggoda. Rasanya cenderung lebih ringan namun tetap terasa rempahnya. Bola ketannya kenyal dengan isian kacang yang manis legit.
Banyak pengunjung memadukan ronde dengan angsle, menciptakan kombinasi gurih dan manis yang khas. Menikmatinya di bangku panjang bersama teman sambil berbincang membuat pengalaman terasa semakin hangat.
Harga per porsi relatif terjangkau, sekitar Rp 7.000–Rp 10.000.
Lokasinya berada di Jalan Sempu No. 10, Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Biasanya buka mulai pukul 16.00 hingga sekitar pukul 22.00.
3. Warung Angsle dan Ronde Merbabu, Nongkrong Santai di Tengah Kota
Warung ini berada di kawasan Oro-oro Dowo dan cukup dikenal karena suasananya yang santai. Letaknya di tepi jalan dengan nuansa sederhana yang justru menjadi daya tarik tersendiri.
Menikmati ronde di sini terasa lebih santai. Kuah jahe disajikan dengan rasa manis yang tidak berlebihan. Bola ketannya lembut dan tidak terlalu besar, sehingga nyaman disantap perlahan. Suasana sore hingga malam di sekitar Jalan Merbabu membuat pengalaman minum ronde terasa seperti rutinitas hangat yang menenangkan.
Harga ronde di sini berkisar Rp 6.000–Rp 9.000 per mangkuk, tergolong ramah di kantong.
Lokasinya berada di Jalan Merbabu No. 6, Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Warung ini biasanya buka dari pagi hingga sekitar pukul 22.00.
Tiga warung ronde ini menjadi bukti bahwa kuliner tradisional tetap bertahan dan dicintai. Di tengah dinginnya udara Malang, semangkuk ronde hangat selalu punya tempat istimewa di hati para penikmatnya. (rm)
Editor : A. Nugroho