Berita Terbaru Ekonomi Internasional Kesehatan Kriminal-Kasuistika Lifestyle Malang Raya Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Politik-Pemerintahan Sosok Wisata-Kuliner

Cuaca Ekstrem di Bromo, Wisata Ranu Regulo Ditutup Sementara

Aditya Novrian • 2026-03-10 12:58:34

 

Poster Ranu Regulo ditutup sementara. (TNBTS for Radar Malang)
Poster Ranu Regulo ditutup sementara. (TNBTS for Radar Malang)

MALANG – Kondisi cuaca di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sejak awal Maret tergolong cukup ekstrem. Intensitas hujan yang tinggi bahkan memaksa pengelola menutup sementara kawasan wisata Ranu Regulo.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menjelaskan, kondisi cuaca tersebut dipicu sejumlah gangguan atmosfer yang terjadi secara bersamaan.

Salah satunya adalah aktifnya Monsun Asia, yakni angin yang bertiup dari Benua Asia menuju Australia dengan melewati wilayah Indonesia.

Baca Juga: Lima Hari, 5.791 Wisatawan Masuk Bromo lewat Ngadas Kabupaten Malang

Selain itu terdapat gangguan atmosfer berupa tekanan udara rendah atau low pressure yang terjadi ketika tekanan udara di suatu wilayah lebih rendah dibandingkan daerah di sekitarnya.

“Gangguan lain juga berasal dari Madden-Julian Oscillation yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan,” ujarnya.

Fenomena Madden-Julian Oscillation tersebut merupakan gelombang tekanan udara yang bergerak dari barat ke timur dan sering memicu peningkatan curah hujan di wilayah tropis.

Baca Juga: Wisatawan Bromo Mulai Dapat Asuransi

Di sisi lain, terdapat pula pengaruh gelombang atmosfer Equatorial Rossby Wave yang bergerak ke arah barat. Fenomena ini dapat memicu pertemuan massa udara dan memperkuat intensitas hujan yang disertai petir.

Faktor lain yang turut memperkuat kondisi cuaca ekstrem adalah meningkatnya suhu muka laut di kawasan Selat Madura serta atmosfer lokal Jawa Timur yang sedang labil.

Akibat kondisi tersebut, pengelola memutuskan menutup sementara kunjungan wisata ke Ranu Regulo.

“Untuk saat ini kunjungan ke Ranu Regulo ditutup total hingga batas waktu yang belum ditentukan,” kata Rudijanta.

Pengunjung yang telah memesan tiket kunjungan pada periode 8 hingga 31 Maret diminta melakukan penjadwalan ulang atau reschedule. Mekanisme pengaturan ulang jadwal tersebut akan disampaikan setelah ada kepastian pembukaan kembali kawasan wisata.

Penutupan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk menghindari risiko bencana akibat cuaca ekstrem.

Baca Juga: Cegah Kendaraan Terperosok, Pemkab Tambah Titik Pemberhentian di Jalur Bromo

Pasalnya, wilayah sekitar Ranu Regulo dalam beberapa waktu terakhir kerap dilanda hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi memicu tanah longsor, pohon tumbang, hingga angin kencang.

Pengelola TNBTS menegaskan langkah tersebut diambil demi memastikan keselamatan serta kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke kawasan Bromo.

Penulis: Nahdiatul Affandiah

Editor : Aditya Novrian
#info wisata #Ranu Regulo #TNBTS #Bromo