BATU, RADAR MALANG – Destinasi wisata anyar di Mikutopia langsung mencuri perhatian publik. Selama masa uji coba hingga libur Lebaran 2026, jumlah kunjungan melonjak signifikan, bahkan sempat menembus 5.000 orang dalam sehari.
Sejak dibuka pada 14 Maret, tren kunjungan terus merangkak naik. Awalnya berkisar 1.000 orang per hari, lalu meningkat menjadi 1.500, 2.000, hingga 3.000 pengunjung. Puncaknya terjadi pada hari terakhir uji coba, 20 Maret, dengan estimasi lebih dari 5.000 wisatawan memadati lokasi.
“Estimasi lebih dari 5.000 pengunjung saat masa uji coba di hari terakhir,” ujar Manajer Operasional Mikutopia Panji Akbar Ramadhani kepada Jawa Pos Radar Malang.
Baca Juga: Info Wisata Batu: Mikutopia Sedot Wisatawan dari Luar Kota, Jalur Bumiaji Macet Siang Ini
Lonjakan tajam tersebut tak lepas dari kebijakan tiket gratis selama masa uji coba. Memasuki periode libur Lebaran, tepatnya 21–23 Maret, angka kunjungan masih tergolong tinggi meski sedikit menurun. Rata-rata berada di kisaran 3.000 hingga 4.000 orang per hari, seiring diberlakukannya tiket masuk Rp45 ribu pada hari libur.
Tingginya animo pengunjung sempat memicu perhatian, terutama terkait keterbatasan lahan parkir. Meski telah disiapkan area sekitar 3 hektare, kapasitasnya belum mampu menampung lonjakan kendaraan saat puncak kunjungan. Akibatnya, sejumlah kendaraan terlihat parkir di badan jalan.
Fenomena tersebut bahkan sempat viral di media sosial, salah satunya melalui unggahan akun TikTok yang memperlihatkan antrean panjang kendaraan di sekitar kawasan wisata.
Sebagian pengunjung pun memilih alternatif dengan memarkir kendaraan di luar area, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan ojek. Menyikapi kondisi itu, pengelola langsung melakukan evaluasi dengan menambah kantong parkir atau rest area.
Jika sebelumnya hanya tersedia tiga titik, kini bertambah menjadi enam titik. Penambahan ini mencakup kawasan Junggo, Desa Sumbergondo, Sidomulyo, hingga kerja sama dengan Taman Wisata Selecta.
“Semua sudah dikerjasamakan untuk mendukung kelancaran kunjungan,” tambah Panji.
Selain itu, pihak kepolisian juga telah turun langsung melakukan peninjauan di lapangan. Hasil evaluasi menunjukkan kondisi lalu lintas masih dalam kategori terkendali.
“Kecepatan kendaraan masih sekitar 20 kilometer per jam, sehingga lebih tepat disebut antrean, bukan macet,” jelasnya.
Baca Juga: Update Wisata Baru di Kota Batu: 25 Wahana Mikutopia Sudah Dibuka, Sisanya Segera Menyusul
Dengan tambahan kantong parkir dan dukungan transportasi lokal, arus pengunjung kini mulai terurai. Meski demikian, pengelola menyebut belum ada rencana untuk menambah luas lahan parkir dalam waktu dekat.
“Kemarin kemungkinan karena euforia wisata baru dan faktor tiket gratis saat uji coba,” pungkasnya.
Editor : Aditya Novrian