Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Intip Kisah Sukses Pengusaha Ayam Panggang Bu Setu, Kuliner Favorit di Magetan Berkat Pemberdayaan BRI

Diva Ayu Herdianasari • Jumat, 27 Maret 2026 | 11:11 WIB
Kisah pengusaha Ayam Panggang Bu Setu yang sukses mengembangkan usahanya berkat pemberdayaan BRI.
Kisah pengusaha Ayam Panggang Bu Setu yang sukses mengembangkan usahanya berkat pemberdayaan BRI

MAGETAN, RADAR MALANG — Berkumpul bersama keluarga besar menjadi momen yang spesial. Untuk mendukung momen yang hangat, tempat makan dengan rasa yang lezat dan autentik yang memiliki ciri khas tersendiri menambah rasa lengkap saat momen bersama keluarga.

Momen-momen berkumpul dengan keluarga besar sering kali terjadi pada saat-saat tertentu, seperti Hari Raya Idulfitri. Idulfitri identik dengan kuliner. Para perantau sering kali akan memilih kuliner khas daerah untuk mengobati rasa rindu di perantauan.

Di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, salah satu kuliner yang kerap menjadi tujuan para pemudik adalah Ayam Panggang Bu Setu. Aroma asap kayu bakar yang khas dari dapurnya sudah lama menjadi penanda kelezatan hidangan yang bertahan lintas generasi.

Di balik kepulan asap tersebut, tersimpan perjalanan panjang usaha keluarga yang telah berdiri lebih dari tiga dekade. Kini, Ayam Panggang Bu Setu tetap setia menjaga cita rasa tradisional yang membuatnya terus menjadi destinasi kuliner favorit setiap musim mudik.

Baca Juga: Berawal dari Hobi Memasak dan Traveling, Produk Yummy Craft Terus Berkembang Berkat Pemberdayaan BRI

Harga yang dibanderol juga cukup ramah di kantong dengan kualitas yang tidak perlu diragukan, baik rasa maupun kualitasnya. Harga ayam panggang Bu Setu mulai dari Rp26.000 untuk ¼ potong hingga Rp100.000 untuk satu ekor ayam panggang ukuran sedang.

Subiyanto, generasi kedua yang kini mengelola Ayam Panggang Bu Setu menyampaikan bahwa usaha tersebut dirintis oleh kedua orang tuanya pada 1990-an. Berawal dari berjualan keliling, hingga kini berkembang menjadi usaha rumahan dengan promosi yang saat itu masih mengandalkan perantara mulut ke mulut hingga dikenal luas seperti sekarang.

Menurut Subiyanto, kunci daya tarik Ayam Panggang Bu Setu terletak pada konsistensi mereka mempertahankan proses memasak tradisional.

"Daya tarik Ayam Panggang Bu Setu terletak pada konsistensi kami mempertahankan proses memasak tradisional menggunakan kayu bakar keras, seperti mahoni atau jati. Meskipun zaman sudah modern, kami tidak beralih ke kompor gas agar kematangan ayam sempurna dan ciri khas kami tetap terjaga," ujarnya.

Salah satu menu yang paling banyak diburu pelanggan adalah Ayam Panggang Bumbu Rujak. Perpaduan rasa pedas, manis, dan gurih meresap hingga ke serat daging ayam kampung yang empuk, menjadikannya hidangan yang cocok dinikmati bersama keluarga.

Bagi Ayam Panggang Bu Setu, musim mudik Lebaran selalu menjadi periode paling ramai dalam setahun. Para pemudik yang melintas di Magetan kerap menyempatkan diri singgah untuk menikmati kuliner legendaris ini. Lonjakan pengunjung biasanya mulai terasa dua hari sebelum Lebaran hingga sekitar lima hari setelahnya.

Perkembangan usaha Ayam Panggang Bu Setu tidak lepas dari dukungan perbankan yang telah mendampingi usaha keluarga ini sejak awal. Subiyanto mengenang bagaimana sang ayah memulai mengenal kemitraan dengan BRI pada tahun 1992 dengan modal awal sebesar Rp250.000.

"Dulu sebelum ada modal dari BRI, kami beli ayam ke tengkulak dengan sistem utang, harganya jauh lebih mahal. Setelah ada pinjaman dari BRI, kami bisa beli cash dan harga jual ke konsumen pun jadi lebih terjangkau," jelasnya.

Seiring berjalnnya waktu, usaha tersebut terus mendapatkan akses permodalan dari BRI dalam pengembangan usaha. Subiyanto juga memanfaatkan layanan digital BRI untuk mengelola usahanya dan berharap fasilitas tersebut terus ditingkatkan.

Dukungan keuangan yang mudah dan cepat ini membantu usaha keluarga tersebut terus berkembang hingga mampu memperluas lahan dan membangun fasilitas restoran yang lebih nyaman.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan BRI selalu konsisten dalam memberikan dukungan permodalan, melakukan pendampingan, hingga penerapan digitalisasi bagi pelaku UMKM.

“Kami senantiasa berkomitmen mendukung program prioritas pemerintah, terutama pada sektor-sektor produktif. Kisah pelaku usaha Ayam Panggang Bu Setu menjadi contoh nyata dukungan pendanaan BRI dalam mendorong perekonomian masyarakat sekaligus menjadi kisah inspiratif yang dapat ditiru oleh pelaku usaha lainnya” tegas Dhanny.

Hingga Desember 2025, BRI berhasil menyalurkan KUR sebesar Rp178,08 triliun kepada sekitar 3,8 juta debitur di seluruh Indonesia. Lebih dari 60% penyaluran KUR tersebut dialokasikan ke sektor produksi, dengan porsi sektor produksi mencapai 64,49% dari total penyaluran.

Editor : Aditya Novrian
#Ekonomi Kerakyatan #UMKM #BBRI #BRI #KUR #Pembiayaan