BATU, RADAR MALANG – Destinasi wisata baru Mikutopia di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu tengah ramai menjadi sorotan. Konsep penuh warna dengan ornamen jamur raksasa dinilai sangat mirip dengan Super Nintendo World (USJ), Jepang.
Banyak pengunjung menyebut nuansa Mikutopia menyerupai dunia Mario Bros dan Toad, lengkap dengan warna cerah dan dekorasi fantasi yang serupa. Dari review visual yang beredar, beberapa spot di Mikutopia terlihat hampir identik dengan wahana di Universal Studios Japan, mulai dari gerbang masuk bertema jamur, jalan setapak penuh dekorasi ala game, hingga area interaktif untuk berfoto ala karakter Nintendo.
Perbandingan foto Mikutopia dan USJ menimbulkan pro dan kontra di kalangan pengunjung dan netizen. Akademisi pariwisata Universitas Negeri Malang (UM), Elya Kurniawati, menilai fenomena ini menarik dari sisi industri dan etika. Menurutnya, mengadopsi tren global boleh saja jika hanya berorientasi keuntungan materi. Namun, dari sisi keberlanjutan, destinasi wisata seharusnya tetap menonjolkan orisinalitas lokal.
“Wisatawan mancanegara, misalnya dari Jepang, lebih menghargai budaya lokal saat berkunjung ke Kota Batu. Jika mereka hanya menemukan konsep tiruan, nilai keunikan daerah bisa hilang,” kata Elya.
Ia mencontohkan sejumlah destinasi sukses yang mempertahankan identitas lokal, seperti Pulau Bali dan desa wisata di Banyuwangi, yang menawarkan pesona alam, adat, dan budaya khas. Pendekatan ini dinilai lebih kuat dalam menarik wisatawan dan membangun daya saing destinasi.
Meski visual Mikutopia colorful dan menarik untuk pengunjung muda atau pencari konten media sosial, penguatan identitas lokal tetap menjadi fondasi penting agar pariwisata Kota Batu berkembang secara berkelanjutan.
Sampai saat ini, pengelola Mikutopia belum memberikan komentar resmi terkait inspirasi desain atau referensi konsep. Netizen dan pengunjung terus menyoroti kemiripan ini sebagai bahan diskusi soal keaslian destinasi wisata lokal.
Editor : Aditya Novrian