KEPANJEN - Masih ada puluhan titik di Kabupaten Malang yang belum terlayani jaringan internet atau disebut titik blank spot. Hal tersebut menjadi perhatian Komisi I DPRD Kabupaten Malang.
“Seperti di kawasan pantai yang merupakan potensi wisata kami dan daerah pegunungan, itu masih ada yang termasuk blank spot,” ujar Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang Amarta Faza. Menurutnya, hal tersebut menjadi PR pemkab untuk dituntaskan.
Menurutnya, meskipun ada keterbatasan anggaran dari pemkab, bisa diatasi dengan kerja sama dengan berbagai provider. “Provider ini punya kepentingan berinvestasi untuk pembangunan tower. Jadi pemkab yang memiliki data titik-titik blank spot menyampaikan data kepada provider dengan harapan bisa membangun tower,” kata Faza.
Berdasar data Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Malang, tahun lalu, terdapat 85 desa yang masih memiliki blank spot. Namun, perumahan sudah 100 persen terlayani internet. Bahkan, menurut hasil analisis, layanan 4G maupun 2G untuk telepon sudah hampir merata di Kabupaten Malang.
Baca Juga: Bupati Malang H M Sanusi Resmikan Tunnel Garam Pantai Modangan
Seperti diberitakan, pemkab tetap berupaya untuk meminimalisir titik blank spot. Seperti saran DPRD Kabupaten Malang, di antaranya dengan mendorong provider telekomunikasi swasta untuk mendirikan menara di wilayah blank spot.
Pemkab juga berupaya kerja sama dengan pihak ketiga melalui Corporate Social Responsibility (CSR).
Baca Juga: Jalan Tempursari Menuju Pantai Ngliyep Dilebarkan Perkirakan Memakan Waktu sekitar 4 Sampai 5 Bulan.
Selain itu juga mengajukan penanganan area blank spot dan lemah sinyal telekomunikasi secara berkala ke Direktorat Akselerasi Infrastruktur Digital Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi dan ke BAKTI Komdigi untuk area non profit.
Penulis: Indah Mei Yunita
Editor : A. Nugroho