DI BALIK pintu Kafe Golekan, ribuan boneka menanti untuk menatap setiap langkah pengunjung. Bukan sekadar nongkrong, tapi pengalaman merinding yang sulit dilupakan.
Indah Latifah, 20, salah satu pengunjung, mengaku awalnya tertarik datang ke kafe itu setelah melihat kontennya di Instagram dan TikTok. Rasa penasaran mendorongnya untuk berkunjung bulan lalu.
”Konsepnya unik, ada ribuan boneka yang terpajang di sini,” ungkapnya. Bahkan, ia mengetahui bahwa pemilik kafe adalah kolektor boneka yang hafal nama setiap koleksinya. Beberapa boneka bahkan berusia lebih dari 100 tahun, menambah kesan antik sekaligus menyeramkan.
Indah menjelajahi dua lantai kafe tersebut. Lantai pertama khusus memamerkan koleksi boneka, sedangkan lantai dua berfungsi ganda sebagai kafe, mini perpustakaan, serta display barang antik lainnya.
”Kalau malam, suasanya lebih angker. Serasa diawasi boneka-boneka yang ada di situ,” katanya. Menurutnya, siang hari lebih nyaman untuk sekadar nongkrong sambil berfoto.
Kesan seram serupa dirasakan Adi Sanjaya, pengunjung lain. ”Boneka-bonekanya terlihat creepy. Rasanya seperti masuk ke film Doll House,” ujarnya. Meski begitu, Adi mengaku senang, karena selain horor, kafe ini juga estetik dan banyak spot menarik untuk berfoto.
Pengalaman unik ini membuktikan bahwa nongkrong tidak selalu harus hangat dan ramai. Di Kafe Golekan, bulu kuduk berdiri sekaligus mata dimanjakan. Bagi pengunjung yang berani, sensasi horor dan keindahan bisa dinikmati sekaligus, menjadikan kunjungan ke kafe ini sebuah cerita yang tak mudah terlupakan. (zan/adn)
Editor : A. Nugroho