Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mencicipi Kelezatan Dubai Chewy Cookie yang Ngetren di Malang Raya: Kenyal di Luar, Renyah di Dalam, Manisnya Bikin Ketagihan

Nahdiatul Affandiah • Minggu, 12 April 2026 | 11:02 WIB
MENGGODA: Kelezatan Dubai Chewy Cookie. FOTO NAHDIATUL AFFANDIAH/RADAR MALANG
MENGGODA: Kelezatan Dubai Chewy Cookie. FOTO NAHDIATUL AFFANDIAH/RADAR MALANG

Dubai chewy cookie kian mudah ditemui di sejumlah kafe di Kota Malang. Camilan dengan tekstur kenyal dan renyah serta isian pistachio-knafe ini menarik minat karena perpaduan rasa dan dorongan tren di media sosial. Tak hanya warga lokal, pembeli dari luar kota pun ikut berburu.


POPULARITAS Dubai chewy cookie terus merangkak naik sejak akhir 2025. Camilan bertekstur unik, kenyal di luar, dan renyah di dalam itu masih menjadi buruan penikmat dessert. Perpaduannya kian menggoda dengan balutan marshmallow, taburan bubuk cokelat, serta isian pistachio-knafe yang gurih.
Di Kota Malang, Noisette Pattisier menjadi salah satu pelopor yang menghadirkan menu tersebut. Berlokasi di Jalan Bondowoso Nomor 8, kafe ini mulai menyajikan Dubai chewy cookie sejak akhir Januari lalu. Dessert yang awalnya viral di Korea Selatan itu kini justru semakin ramai diburu pelanggan, terutama karena kombinasi rasa manis, gurih, dan sensasi crunchy yang ditawarkan.


Owner Noisette Pattisier Diandra Ariel mengungkapkan proses di balik terciptanya menu favorit tersebut. Dia membutuhkan waktu sekitar satu pekan untuk menemukan komposisi yang tepat. ”Kalau bahan jelas kami pilih yang terbaik dan berkualitas, seperti cokelat dari Belgia dan pistachio paste langsung dari Italia,” ceritanya.


Tak berhenti di pemilihan bahan premium, Diandra juga memilih membuat marshmallow secara homemade. Langkah itu diambil agar tingkat kemanisan dan tekstur kenyal bisa disesuaikan dengan karakter produknya. Prosesnya pun tidak sederhana. Selain bahan yang sedang high demand, adonan kulit Dubai chewy cookie harus melalui proses resting selama satu hari agar benar-benar matang dan menghasilkan tekstur yang pas.


Menariknya, Dubai chewy cookie racikan Noisette Pattisier sengaja dibuat tidak terlalu manis. Tujuannya agar bisa dinikmati semua kalangan. Mulai anak-anak hingga dewasa, pelanggan kerap kembali untuk membeli lebih dari satu kemasan.


Pada awal peluncuran, penjualannya masih terbatas. Dalam sehari, hanya sekitar 50 pack yang terjual. Namun seiring tren yang terus meningkat, jumlah itu melonjak drastis. “Sekarang rata-rata sampai 300 pack per hari,” lanjut Diandra.


Fenomena ini tak lepas dari tren pistachio-knafe yang lebih dulu viral setelah kemunculan cokelat Dubai di awal 2025. Kombinasi rasa khas tersebut kini banyak diadaptasi ke berbagai produk. Noisette Pattisier pun terus berinovasi menghadirkan menu baru dengan sentuhan serupa.
“Sebelumnya kami juga ada menu Dubai Pan Suisse, juga best seller sejak Desember 2025 lalu,” pungkas Diandra. (aff/adn)

Editor : A. Nugroho
#kafe #cookie #camilan #malang #dubai