Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Antara Rasa Premium dan Hasrat Ikut Tren

Rori Dinanda Bestari • Minggu, 12 April 2026 | 12:23 WIB
Antara Rasa Premium dan Hasrat Ikut Tren
Antara Rasa Premium dan Hasrat Ikut Tren

DEMAM Dubai chewy cookie kian terasa di Kota Malang. Sejumlah kafe dan toko roti berlomba menghadirkan camilan yang memadukan tekstur mochi dengan isian pistachio itu. Sebut saja Ovenmuni, Noisette, hingga Luke Artisan Bakery. Popularitasnya yang melejit di media sosial memicu fenomena fear of missing out (FOMO), membuat banyak orang rela berburu, bahkan hingga ke luar kota.

Salah satunya Zenitha Karunia. Perempuan 26 tahun itu mengaku datang jauh-jauh dari Tulungagung demi mencicipi kudapan yang sedang viral tersebut. Rasa penasaran muncul setelah berulang kali melihatnya di beranda media sosial. “Jujur awalnya karena penasaran banget, tiap buka media sosial isinya orang makan ini semua,” ungkapnya.

Bagi Zenitha, daya tarik Dubai chewy cookie bukan semata pada rasa. Ada kepuasan tersendiri ketika berhasil mendapatkan produk yang sedang ramai dibicarakan. Pengalaman itu bahkan terasa lengkap ketika bisa dibagikan kembali di media sosial.

Untuk satu buah Dubai chewy cookie, dia harus merogoh kocek sekitar Rp25 ribu. Harga yang tergolong premium itu, menurutnya, masih sebanding dengan pengalaman yang didapat. Terlebih, dia memahami bahan yang digunakan memang berkualitas tinggi. Sebelumnya, Zenitha juga sempat mengikuti tren Dubai Chocolate di TikTok, sehingga penasaran mencoba versi mochinya.

Pandangan berbeda sempat datang dari Aulia Erma. Awalnya dia mengaku skeptis terhadap tren tersebut. Namun setelah mencicipi, persepsinya berubah. “Tapi setelah coba, saya paham kenapa ini viral. Perpaduan pistacio murni itu nggak bisa bohong, rasanya mewah dan enak banget,” jelasnya.

Menurut Aulia, Dubai chewy cookie layak dibeli bagi mereka yang menghargai kualitas bahan. Meski tren viral bisa saja mereda, cita rasa yang ditawarkan tetap menjadi alasan utama untuk kembali membeli. “Uangnya sebanding dengan kualitas, bukan cuma bayar mahal buat nama viral saja,” tambahnya.

Di tempat lain, Marketing Luke Artisan BakeryMonica Trivena mengungkapkan, kehadiran menu ini merupakan upaya mereka untuk tetap relevan dengan selera konsumen. Salah satunya dengan selalu mengikuti perkembangan produk-produk baru yang sedang digemari. “Ternyata antusiasnya lumayan tinggi untuk penggemar makanan manis,” tuturnya.

Monica menyebut, penggunaan bahan-bahan berkualitas menjadi kunci utama yang membedakan cookie milik mereka dengan yang lain. Itu mengapa peminatnya selalu membeludak setiap kali ready stok. "Bahkan, dalam sehari kami bisa menjual sekitar 75 hingga 100 pcs," ujar Monica. (ori/adn)

Editor : A. Nugroho
#dubai chewy cookie #Viral #camilan #malang