Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

5 Juta Wisatawan Masuk Kabupaten Malang

Indah Mei Yunita • Minggu, 19 April 2026 | 14:27 WIB
DESTINASI: Wisatawan menikmati keindahan wahana air di Boonpring, Desa Sanankerto, Kecamatan Turen.
DESTINASI: Wisatawan menikmati keindahan wahana air di Boonpring, Desa Sanankerto, Kecamatan Turen.

KEPANJEN - Kunjungan wisata di Kabupaten Malang terus ditingkatkan. Selain menambah destinasi, juga meningkatkan kualitas layanan. 

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang mengatakan, pada tahun lalu, pergerakan menuju Kabupaten Malang sekitar 10 juta jiwa. Itu berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang. “Sedangkan untuk kunjungan wisata ada 5 juta lebih dari 80 persen destinasi wisata yang melapor,” ucap Firmando kemarin.

Baca Juga: Jadi Favorit Pelancong, Kunjungan Wisatawan Bromo dari Pos Jemplang Ngadas Naik Signifikan Selama Libur Lebaran

Dengan jumlah kunjungan tersebut, dia mengatakan, Pemkab terus berupaya meningkatkan kunjungan. Salah satunya dengan mendorong kolaborasi antar pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Kolaborasi tersebut dapat dilakukan dengan berbagai pihak, salah satunya pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Dia menyebut peran pemerintah bukan pada pengembangan UMKM dari sisi produksi, melainkan menciptakan pasar melalui sinergi dengan sektor pariwisata. “Kami menghubungkan dengan stakeholder pariwisata. Sehingga pelaku UMKM dapat bergerak bersama pelaku wisata, perhotelan, asosiasi, sampai tour guide,” kata mantan kepala satuan polisi pamong praja (satpol PP) itu.

Dengan berkolaborasi antar sektor, dia melanjutkan, pariwisata dapat terus berkembang. Sebab, pengembangan pariwisata tidak dapat dilaksanakan secara individu. Ada berbagai aspek yang mendorong kemajuan destinasinya. Misalnya promosi dan dukungan UMKM.

Baca Juga: Kunjungan Wisatawan ke Kota Malang Akhir 2025 Turun 10,87 Persen

“Kalau bicara pariwisata, tujuannya ya kedatangan wisatawan. Kami juga terbatas sumber daya manusia. Jadi butuh dukungan semua pihak untuk saling mengingatkan dan memperbaiki kekurangan di destinasi,” kata dia.

Selain itu, pihaknya sudah melakukan kurasi berbagai event yang dapat dimanfaatkan pelaku wisata sebagai bahan promosi. “Event-event ini sudah kami kurasi. Nanti travel agent dan pihak hotel bisa tahu jadwalnya. Misalnya ada pertunjukan seni tiap akhir pekan di hotel atau destinasi. Ini menambah kekuatan promosi,” imbuhnya.

Dia mengatakan, event tersebut juga akan disusun dalam kalender wisata yang bakal dipublikasikan sebagai upaya promosi wisata. Kalender wisata sebagai acuan wisatawan, lokal maupun mancanegara. Sehingga saat mereka berkunjung, dapat menyesuaikan dengan berlangsungnya event.(yun/dan).

Editor : A. Nugroho
#UMKM #kunjungan wisata #bps #disparbud