KOTA MALANG, RADAR MALANG – Otello Gelateria menjadi salah satu kedai es krim di Malang yang mengusung konsep artisan Italian gelato dengan penggunaan bahan yang lebih natural, tanpa banyak tambahan perasa maupun pewarna tambahan. Tak hanya itu, varian rasanya pun cukup beragam dan unik, mulai dari klasik seperti cokelat dan vanila, pilihan premium seperti pistachio dan almond, hingga berbagai rasa fusion yang menarik untuk dicoba.
Berlokasi di Jalan Raya Sawojajar Ruko WOW blok Tokyo No. 11-12, Sawojajar, Kedungkandang, Kota Malang, kedai gelato ini buka setiap hari mulai pukul 09.30 WIB hingga 21.00 WIB. Tempatnya cukup luas dengan 2 lantai yang dilengkapi dengan area indoor dan outdoor, sehingga cocok untuk berbagai aktivitas, mulai dari nongkrong santai, work from café (WFC), hingga berkumpul bersama keluarga.
Tak sekadar menawarkan rasa, Otello Gelateria juga mengedepankan tampilan visual pada setiap sajian. Salah satu menu terbarunya, Flower Rose Gelato, menjadi yang pertama di Malang dengan konsep penyajian berbentuk bunga mawar. Proses pembuatannya pun menarik perhatian karena pelanggan dapat melihat langsung bagaimana gelato dibentuk kelopak demi kelopak di atas cone hingga menyerupai bunga yang cantik.
Menariknya, pelanggan bisa memilih hingga 2 varian rasa dalam satu flower gelato, sehingga memberikan pengalaman rasa yang lebih beragam. Untuk menambah kesan mewah, tersedia pula tambahan topping gold flakes yang membuat tampilannya semakin elegan dan “instagramable”.
Baca Juga: Antri Panjang Tiap Hari, Ayam Goreng Malabar Hadirkan Ayam Goreng Ala Jakarta dengan Rasa Nendang
Meski tampil dengan konsep premium ala “es krim sultan”, harga yang ditawarkan masih tergolong ramah di kantong. Satu porsi flower gelato dibanderol mulai dari Rp30.0000, menjadikannya pilihan menarik bagi pencinta kuliner yang ingin menikmati dessert unik tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Dengan perpaduan rasa dan visual yang memikat mata, flower gelato dari Otello Gelateria menjadi menu yang harus dicoba saat berkunjung ke Kota Malang.
Editor : Aditya Novrian