MALANG, RADAR MALANG - Kota Malang bukan sekadar kota pendidikan, melainkan juga surga bagi pencinta kuliner yang mencari jejak sejarah melalui aroma ragi dan panggangan.
Di tengah gempuran tren modern, lima nama besar tetap berdiri kokoh menjaga resep warisan yang telah melintasi berbagai dekade.
Baca Juga: Rasakan Cita Rasa Asli Malang di Warung Kiroman, Berdiri Sejak Tahun 1950-an
Siapa yang bisa melewatkan Toko Oen di kawasan Kayutangan Heritage yang sudah eksis sejak tahun 1930? Pengunjung dapat menikmati es krim buatan tangan sambil menyantap kue kering Belanda seperti Gevulde Koek di dalam bangunan berarsitektur kolonial.
Tidak jauh dari pusat kota, Toko Madjoe yang juga lahir pada 1930 menawarkan lebih dari 27 varian kue kering tradisional. Toko ini masih mempertahankan penggunaan toples kaca kuno dan resep asli dari pendirinya yang kini telah dikelola oleh generasi kelima.
Beralih ke arah Bandulan, terdapat Pabrik Roti Sendowo yang telah memanjakan lidah warga lokal sejak tahun 1951. Produk unggulannya adalah roti smeer atau bolu hangat yang dipadukan dengan krim lembut serta taburan meses yang sangat legendaris.
Baca Juga: Wajib Coba! Berikut Rekomendasi 3 Warung Sate Legendaris di Malang
Adapun Bima Bakery di Jalan Basuki Rahmat No. 17 C memiliki sejarah panjang karena pemiliknya telah merintis usaha sejak 1959. Meskipun merek ini resmi berdiri pada 1983, konsistensi rasanya pada menu Long John hingga bluder tetap menjadi primadona warga Malang.
Terakhir, Roti Hawaii yang beroperasi sejak 1978 di Jalan Basuki Rachmad melengkapi daftar wisata sejarah kuliner di jantung Jawa Timur. Keunikannya terletak pada penggunaan mesin pengaduk kuno yang menghasilkan tekstur roti padat dan mantap tanpa bahan pengawet kimia.
Mengapa kelima toko ini tetap bertahan di tengah persaingan ketat? Dedikasi pada keaslian bahan dan kekuatan narasi nostalgia menjadi kunci utama yang membuat mereka tetap dicari oleh wisatawan maupun penduduk lokal.
Baca Juga: Eksis Sejak 1973, STMJ Pak Sentot Jadi Pilihan Warga Malang Saat Musim Hujan
Editor : Aditya Novrian