Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Serasa di Swiss! Menjelajahi Keindahan Desa Wisata Gubugklakah yang Kini Jadi Primadona Baru Malang

suci nadlifatur rizqiyah • Jumat, 1 Mei 2026 | 23:03 WIB
Serasa di Swiss! Menjelajahi Keindahan Desa Wisata Gubuk Klakah yang Kini Jadi Primadona Baru Malang (Sumber: Youtube)
Serasa di Swiss! Menjelajahi Keindahan Desa Wisata Gubugklakah yang Kini Jadi Primadona Baru Malang (Sumber: Youtube)

MALANG, RADAR MALANG – Malang kembali menghadirkan destinasi wisata alam yang mulai banyak diperbincangkan. Desa Wisata Gubugklakah, yang berada di jalur menuju kawasan Bromo, kini menjadi salah satu lokasi yang menarik perhatian.

Berada di Kecamatan Poncokusumo, desa ini dikenal sebagai pintu gerbang menuju Gunung Bromo dari arah Malang. Namun, bukan hanya aksesnya yang strategis, suasana alam di Gubugklakah justru menjadi daya tarik utama.

Hamparan perbukitan hijau yang luas, udara dingin, serta suasana pedesaan yang masih asri membuat kawasan ini kerap disebut memiliki nuansa mirip pedesaan di Eropa, khususnya Swiss. Pada pagi hari, kabut tipis sering turun dan menambah kesan tenang di area tersebut.

Baca Juga: Liburan di Malang Gitu-Gitu Aja? Ini Rekomendasi Hidden Gem Malang yang Bisa Dicoba

Selain menikmati pemandangan, ada beberapa aktivitas yang bisa dilakukan pengunjung. Salah satunya adalah mengunjungi Coban Pelangi yang berada tidak jauh dari kawasan desa. Air terjun ini dikenal dengan aliran air yang cukup deras serta suasana hutan yang masih alami.

Bagi yang menyukai aktivitas lebih menantang, tersedia juga pilihan arung jeram di sungai sekitar Poncokusumo. Kegiatan ini biasanya diminati wisatawan yang datang dalam kelompok.

Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa melihat langsung aktivitas warga di perkebunan. Kawasan ini dikenal sebagai penghasil sayur dan buah, termasuk apel yang menjadi salah satu komoditas unggulan Malang.

Dari sisi akses, Desa Gubugklakah berjarak sekitar 1,5 hingga 2 jam perjalanan dari pusat Kota Malang. Jalur menuju lokasi sudah cukup baik, meski di beberapa titik terdapat tanjakan khas kawasan pegunungan.

Baca Juga: Bukan di Eropa, Foto Estetik Ini Diambil di Sudut Kota Malang: Simak Lokasinya!

Bagi yang ingin menikmati suasana lebih lama, tersedia pilihan homestay milik warga setempat. Selain lebih terjangkau, menginap di rumah warga juga memberikan pengalaman berbeda karena pengunjung bisa merasakan langsung kehidupan desa.

Waktu terbaik untuk berkunjung biasanya pada pagi hari, saat udara masih sangat segar dan pemandangan terlihat lebih jelas. Sementara sore hari juga menjadi pilihan menarik untuk menikmati suasana yang lebih hangat dengan lanskap perbukitan.

Dengan suasana yang masih alami dan aktivitas yang cukup beragam, Desa Wisata Gubugklakah menjadi salah satu alternatif wisata di Malang bagi yang ingin menikmati pengalaman berbeda tanpa harus pergi terlalu jauh.

Editor : Aditya Novrian
#Wisata alam di malang #rest area batu #rekomendasi wisata alam #Kota Malang #gubugklakah