MALANG, RADAR MALANG - Kota Malang kini bertransformasi menjadi pusat destinasi kuliner yang menawarkan kekayaan rempah khas Timur Tengah dan Asia Selatan bagi para pelancong lidah.
Kehadiran berbagai resto bertema mancanegara ini muncul sebagai respon atas tingginya minat masyarakat lokal terhadap hidangan berbasis nasi briyani dan olahan daging kambing yang kaya bumbu.
Fenomena kuliner ini tidak hanya sekadar tren sesaat, melainkan bentuk akulturasi rasa yang berhasil menyesuaikan diri dengan selera warga Bumi Arema.
Mulai dari pusat kota hingga kawasan suburban, deretan kedai ini menawarkan pengalaman makan yang unik dan atmosfer yang kental dengan budaya asalnya.
Baca Juga: Menolak Pudar! Rujak Semeru Adalah Warisan Cita Rasa Malang
Salah satu destinasi yang menjadi perbincangan hangat adalah Nasi Mandi Boshgil, yang dikenal karena teknik memasak kambing yang sangat empuk dan bumbu meresap.
Selain itu, hadir pula Resto 52 yang menyajikan variasi menu Timur Tengah dengan sentuhan penyajian yang lebih modern dan nyaman bagi keluarga.
Bagi pencinta rasa yang lebih tajam, Indian Resto dan Pakistan Resto hadir memberikan pilihan menu kari serta roti naan yang dipanggang secara tradisional. Keaslian rasa di kedua tempat ini terjaga dengan penggunaan rempah-rempah yang didatangkan langsung untuk menjaga kualitas setiap piringnya.
Baca Juga: Sensasi Gula Aren Meleleh! Kue Dongkal Betawi Akhirnya Ada di Malang
Melengkapi ragam pilihan tersebut, Kashmir Kedai menawarkan suasana yang lebih santai namun tetap menonjolkan kekuatan teh rempah dan nasi khas wilayah pegunungan tersebut. Keberagaman gerai ini memungkinkan pengunjung memiliki opsi yang luas, mulai dari makan besar hingga sekadar menikmati kudapan autentik.
Restoran-restoran ini tersebar secara strategis di area yang mudah diakses oleh kendaraan pribadi maupun moda transportasi daring setiap harinya. Jam operasional yang fleksibel, mulai dari pagi untuk sarapan nasi lemak hingga larut malam, mendukung antusiasme kunjungan yang terus meningkat.
Baca Juga: Ayam Bakar Arto Moro Jogja Buka di Malang, Kuliner Pedas Legendaris!
Editor : Aditya Novrian