MALANG, RADAR MALANG - Hondje dan Pop Mason 52 menawarkan sensasi kafe teh dengan desain minimalis, menu klasik dan signature, serta suasana ramah sosial media yang menarik banyak pengunjung.
Kedua lokasi ini menjadi jawaban utama bagi pengunjung yang mencari alternatif tempat nongkrong sehat namun tetap memiliki nilai visual tinggi untuk kebutuhan konten media sosial.
Baca Juga: Gak Perlu ke India! Ini Dia Menu Indian Favorit di Resto 52 yang Autentik dan Bikin Nagih
Hondje, yang terletak di kawasan strategis, menyuguhkan teh dengan racikan bunga honje (kecombrang) yang unik, memberikan aroma floral yang kuat dan menyegarkan bagi indra penciuman. Hondje menawarkan minuman dan package teh klasik dengan kisaran Rp30.000–Rp85.000, tergantung format minum di tempat, kemasan retail, atau event experience.
Pop Mason 52 hadir dengan pendekatan lebih kontemporer, mengedepankan presisi teknik penyeduhan suhu air tertentu untuk menjaga profil rasa daun teh premium mereka. Pop Mason 52 memasarkan teh kualitas tinggi dalam kaleng dengan harga Rp50.000–Rp65.000 per kaleng, yang cukup untuk dua hingga tiga porsi teh klasik.
Baca Juga: Rekomendasi Kuliner Healing di Kota Malang: Terbaru Hidden Gem Estetik
Pop Mason 52 seringkali menjadi rujukan karena variasi menunya yang mencapai belasan jenis teh lokal dan impor, sementara Hondje unggul dalam menciptakan suasana "kembali ke masa lalu" melalui interior kayu dan furnitur antik yang otentik.
Kedua kedai ini membuktikan bahwa teh bukan lagi sekadar minuman pendamping, melainkan bintang utama dalam peta wisata kuliner Malang.
Fenomena tea house modern di Malang menunjukkan perubahan tren nongkrong anak muda yang kini tidak hanya mencari rasa, tetapi juga pengalaman visual dan suasana nyaman untuk media sosial.
Baca Juga: Wisata Kuliner Malang Raya yang Wajib Dicoba 2026 Cukup dengan Naik Trans Jatim
Editor : Aditya Novrian