MALANG, RADAR MALANG - Es dawet di Malang kini bukan sekadar minuman manis pinggir jalan, tapi destinasi rasa “medhok” dengan varian dawet ayu Banjarnegara WINS, Dawet Ayu Pak Maning Banyumas, hingga dawet hitam dan peracikan Djindhoel yang jadi primadona generasi muda.
Ketiga lokasi ini menjadi rujukan utama bagi pencinta kuliner tradisional yang mencari kesegaran santan kental dan tekstur dawet yang lembut di tenggorokan.
Baca Juga: Auto Mood Booster! Meow Cat Cafe Malang Bikin Pengunjung Betah Main Sama Kucing Berjam-Jam
Dawet Ayu WINS Banjarnegara di Malang, dawet ayu merk WINS yang mengusung identitas “dawet ayu khas Banjarnegara” ditemukan di sekitar depan Taman Bunga Mujasari, dengan harga per porsi sekitar Rp6.000.
Dawet Ayu Pak Maning menghadirkan rasa gula jawa yang lebih dominan dengan tekstur cendol padat dan kenyal menawarkan porsi melimpah dengan harga Rp8.000 per mangkuk.
Baca Juga: Rekomendasi Kuliner Healing di Kota Malang: Terbaru Hidden Gem Estetik
Dawet Ayu Djindhoel menawarkan sensasi lebih modern melalui tambahan topping tanpa menghilangkan identitas rasa tradisionalnya dibanderol dengan harga Rp 25.000 topping durian dan Rp 16.000 untuk yang original.
Data lapangan menunjukkan bahwa penggunaan 100% gula aren murni tanpa pemanis buatan menjadi alasan utama 85% pelanggan kembali berkunjung.
Dengan omzet harian mencapai ratusan porsi pada jam makan siang, kehadiran gerobak-gerobak legendaris ini membuktikan bahwa minuman tradisional tetap mampu bersaing di tengah gempuran minuman kekinian berskala global yang kian menjamur di sudut kota.
Baca Juga: Pengalaman Nonton Ludruk Organik sambil Makan Kuliner Khas Malang
Editor : Aditya Novrian