MALANG KOTA, RADAR MALANG - Wisata populer seperti Kampung Warna-warni (KWW) dan Kampung Heritage Kajoetangan banyak dikunjungi wisatawan pada akhir pekan ini. Dua destinasi itu kembali kebanjiran wisatawan.
Total kenaikan pengunjung di sana mencapai 80 persen. Mayoritas wisatawan yang berkunjung ke Kampung Warna-Warni berasal dari luar negeri. Sejak bulan Mei, kunjungan dari wisatawan mancanegara di sana memang terus meningkat.
Dari kunjungan hari biasa sekitar 300 wisatawan, bisa melonjak hingga 500 pengunjung saat long weekend. Ketua Pokdarwis Kampung Warna-Warni Kodar Agus menuturkan, peningkatan kunjungan paling banyak di tempat wisatanya dimulai sejak 14 Mei lalu. Terutama dari wisatawan asing.
”Paling banyak dari negara-negara di Eropa. Lalu dari Asia paling banyak wisatawan China dan Malaysia,” kata Kodar. Saat ini tempat wisatanya banyak dilakukan perbaikan. Spot gravity dan tempat foto banyak ditambah. Selain itu, sebagian spot sudah dicat ulang.
Kampung Heritage Kajoetangan juga mengalami lonjakan pengunjung yang cukup drastis. Pada hari biasa, hanya ada sekitar seribu pengunjung saja. Jumlahnya meningkat saat weekend, yang mencapai dua ribu wisatawan.
Baca Juga: Pekan Depan, Jembatan Kaca Kampung Warna-Warni Malang Dibuka Lagi
”Sejak 14 Mei lalu jumlah kunjungan mencapai 4 ribu wisatawan,” ujar Mila Kurniawati, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kayutangan. Para pengunjung itu banyak menikmati kuliner es serut pojok, cookies nyi aisyiyah, dan ice cream lepen. Total saat ini ada 254 UMKM yang berada di kawasan Kajoetangan.
Kunjungan pada long weekend kali ini juga menyamai kunjungan saat libur Nataru. Saat itu, per hari juga ada sekitar 4 ribu pengunjung yang datang. Tahun ini Kota Malang menargetkan 3,4 juta wisatawan yang berkunjung. Target itu naik 10 persen dibanding 2025 lalu.
Sebab realisasi target wisata pada tahun 2025 mencapai 103 persen.
”Tahun lalu kami targetkan 3,3 juta dan realisasinya bisa melebihi itu. Jadi tahun ini optimistis kunjungan wisatawan bisa ditingkatkan lagi,” ujar Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Baihaqi.
Dia menyebut, saat ini industri yang potensial di bidang pariwisata Kota Malang didominasi kuliner dan belanja. Selain itu, wisata pendidikan dan kampung-kampung tematik juga banyak menyerap wisatawan. (aff/by)
Editor : A. Nugroho