Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Gunung Bromo Banjir Sampah

Biyan Mudzaky Hanindito • Sabtu, 6 Juni 2026 | 13:27 WIB

 

CEMARI LINGKUNGAN: Petugas BB TNBTS mengumpulkan sampah di kawasan wisata Gunung Bromo beberapa waktu lalu.
CEMARI LINGKUNGAN: Petugas BB TNBTS mengumpulkan sampah di kawasan wisata Gunung Bromo beberapa waktu lalu.

 

PONCOKUSUMO, RADAR MALANG – Kesadaran pengunjung Gunung Bromo untuk tidak membuang sampah sembarangan sepertinya masih rendah. Indikasinya terlihat dari banyaknya sampah berserakan di jalur-jalur wisatawan. Selasa lalu (2/6), petugas Balai Besar (BB) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengangkut 3,6 ton sampah.

Sebelumnya, kawasan Bromo sempat ditutup selama empat hari, mulai 30 Mei-2 Juni lalu. Penutupan destinasi karena digelar Nyadnya Kasada 2026. “Pembersihan dilakukan pada 2 Juni lalu itu menghasilkan 3,6 ton sampah,” ujar Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Rudijanta Tjahja Nugraha kemarin.

Pembersihan melibatkan sekitar 200 personel. Terdiri atas masyarakat Tengger, pegawai BB TNBTS, perangkat desa (pemdes) sekitar Bromo, personel Kecamatan Sukapura, unsur TNI dan Polri, serta siswa dan guru. Juga para pelaku jasa wisata seperti pengemudi jip, penyedia jasa kuda, pedagang kaki lima (PKL), dan unsur lainnya yang mengais rezeki di sekitar Bromo. ”Pembersihan mulai pukul 07.00 sampai 15.30,” katanya.

Rudijanta mengatakan, pembersihan dilakukan secara menyeluruh di dalam dan sekitar kawasan Bromo. Meliputi wilayah Probolinggo, Pasuruan, dan Malang (Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo).

Dari 3,6 ton sampah tersebut, sekitar 3 ton dari kawasan Gunung Bromo seperti Pura Luhur Poten, area parkir jip, tangga Bromo, dan puncak Bromo. Lalu sisanya 270 kilogram sampah dari kawasan Bungkah Widodaren dan sekitarnya.

“Kalau kawasan yang di Malang itu sekitar Jemplang, Watu Gede, dan Pengol. Sampahnya terkumpul 380 kilogram,” katanya. ”Secara keseluruhan jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai 3.688 kilogram (3,6 ton),” tambahnya Rudijanta.

Sampah yang terkumpul terdiri atas berbagai jenis. Mulai sampah plastik, kardus, kayu, bambu, cangkang kelapa bekas minuman, sisa sayuran, sisa makanan, serta botol kaca.

Sebelumnya, pihaknya juga sudah melakukan pembersihan sampah di lokasi. Tepatnya pada 6 April lalu. Total sampah yang dihasilkan mencapai 963 kilogram. Meliputi area lautan pasir, pura, dan parkiran mobil jip terkumpul 425 kilogram. Kemudian Bungkah dan Widodaren terkumpul 115 kilogram sampah.

Lalu Jemplang, Watugede, Bantengan, dan Watangan menghasilkan 225 kilogram sampah. Sementara sampah di penanjakan Bromo ada 198 kilogram. “Untuk pembersihan terbaru kami bawa ke TPA di Probolinggo, yang setelah libur paskah itu dibawa ke TPA Paras di Poncokusumo,” tandas dia. (biy/dan)

Editor : A. Nugroho
#wisatawa #semeru #gunung bromo #Sampah