MALANG, RADAR MALANG - Mengembangkan wisata sembari terus menjaga keseimbangan antara alam dan desa sekitar. Hal itulah yang dilakukan Bromo Hillside. Kafe keluarga dengan pemandangan alam 360 derajat ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang lengkap untuk pengunjung atau wisatawan yang datang. Mulai dari penginapan hingga tempat bersantai.
Namun dengan sasaran konsumen yang jelas, kafe yang terletak di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang ini tetap memperhitungkan bagaimana roda perekonomian warga desa sekitar bisa terus berputar.
"Dengan fasilitas yang ada, harga penginapan di sini memang lebih mahal. Karenanya, pengunjung yang ingin harga lebih terjangkau bisa memilih homestay milik warga," ungkap Taufiq Haryadi, General Manager Bromo Hillside.
Harga penginapan di Bromo Hillside sendiri berada kisaran Rp 2 juta. Sementara homestay milik warga tentu jauh lebih murah. Beberapa bahkan sudah bisa diakses dengan tarif Rp 150 ribu - Rp 200 ribu.
Tak hanya penginapan, konsep kafe yang diusung Bromo Hillside juga berbeda dengan warung atau kafe milik warga sekitar. Mulai dari ragam hidangan hingga cara penyajiannya.
"Karena tujuan kami di sini juga untuk mengembangkan perekonomian warga sekitar," imbuh Taufiq.
Sajian makanan, camilan, atau minuman di Bromo Hillside memang sangat memanjakan pengunjung yang datang. Mereka bisa menikmati hidangan yang lezat sekaligus refreshing memandang keindahan alam Bromo yang asri.
Prinsip keharmonisan ini salah satunya datang dari Taufiq sendiri. Sebelum menjadi general manager di Bromo Hillside, dia memang bekerja di bidang yang berhubungan dengan hutan konservasi.
Karenanya, Taufiq sadar betul bahwa melestarikan alam dan menjaga keselarasan dengan warga sekitar sangatlah penting seiring pengembangan wisata yang dilakukan. Sinergi ini harus terjalin dengan harmonis agar semua bisa berjalan selaras dan seimbang. (*)
Editor : A. Nugroho