Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jejak Literasi di Singosari, Toko Buku Sani Jadi Ruang Singgah Favorit Anak Muda Malang

Sherly Agusta Nur Amalia • Selasa, 30 Juni 2026 | 03:01 WIB
Suasana toko buku Sani (Sumber: Gmaps @Shanny Anindya)
Suasana toko buku Sani (Sumber: Gmaps @Shanny Anindya)

MALANG, RADAR MALANG – Di tengah gempuran era digital, minat generasi muda terhadap buku fisik ternyata belum benar-benar pudar. Hal itu terlihat dari ramainya Toko Buku Sani di kawasan Singosari yang justru menjadi tempat berburu buku lawas, novel klasik, hingga karya sastra yang sulit ditemukan di pasaran.

Berada tak jauh dari Stasiun Singosari, toko buku berukuran sederhana ini menawarkan pengalaman berbeda. Pengunjung tidak hanya datang untuk membeli buku, tetapi juga menikmati suasana tenang sambil melihat lalu lalang kereta api dari jendela toko.

Menariknya, koleksi buku lawas terbitan tahun 1940-an hingga 1960-an menjadi salah satu daya tarik utama. Karya-karya sastrawan besar Indonesia seperti Pramoedya Ananta Toer, Ahmad Tohari, hingga Iwan Simatupang menjadi incaran para kolektor maupun pembaca muda yang ingin mengenal sejarah sastra Indonesia lebih dekat.

Baca Juga: Akankah Kejutan Terbesar Terjadi Malam Ini? Jepang Berhadapan dengan Brasil

Selain koleksi langka, Toko Buku Sani juga menyediakan berbagai genre buku populer, mulai dari psikologi, pengembangan diri, ekonomi, politik, parenting, hingga novel dan buku anak-anak. Harga yang ditawarkan pun relatif ramah di kantong, mulai Rp.5.000 untuk buku anak-anak dan sekitar Rp.15.000 untuk buku umum.

Bagi pencinta buku lawas, harga tentu menyesuaikan tingkat kelangkaan dan kondisi buku. Beberapa koleksi bahkan dibanderol ratusan ribu hingga mencapai Rp.1.000.000. Meski demikian, minat pembeli tetap tinggi karena buku-buku tersebut dianggap sebagai investasi literasi sekaligus artefak budaya.

Tak hanya melayani pembelian langsung di toko, Toko Buku Sani juga aktif menjual koleksinya melalui platform daring. Cara ini memudahkan para pemburu buku dari berbagai daerah untuk mendapatkan judul-judul yang sudah jarang beredar.

Baca Juga: Coban Jahe, Destinasi Wisata Alam yang Wajib Masuk Daftar Liburan

Kehadiran Toko Buku Sani membuktikan bahwa ruang literasi tetap memiliki tempat di hati masyarakat, khususnya generasi muda. Di tengah maraknya konten digital, membaca buku fisik masih menjadi pengalaman yang tak tergantikan, terlebih ketika dilakukan di ruang sederhana yang penuh cerita dan nuansa nostalgia.

Bagi kalian yang ingin mencari suasana berbeda untuk menikmati akhir pekan, berburu buku lawas sambil mendengar suara kereta melintas di Singosari bisa menjadi pilihan menarik yang layak dicoba.

Editor : Aditya Novrian
#Toko buku malang #BookStore Malang #hidden gem malang #hidden gem