MALANG, RADAR MALANG - Mendol tempe khas Malang layak disebut superfood lokal karena berbasis tempe fermentasi yang kaya probiotik alami dan protein nabati, sehingga baik untuk pencernaan jika dikonsumsi bijak.
Hidangan ini dibuat dari tempe yang telah difermentasi, kemudian dihaluskan bersama bawang putih, bawang merah, kencur, ketumbar, cabai, daun jeruk, serta garam sebelum dibentuk dan digoreng hingga berwarna cokelat keemasan.
Baca Juga: 5 Kafe Ramah Diet di Malang, Spot Nyaman Buat Nugas Tanpa Takut Kalori
Manfaat utama mendol tempe khas Malang untuk kesehatan adalah sebagai sumber probiotik alami yang sangat efektif menjaga kelancaran sistem pencernaan tubuh.
Mengonsumsinya secara rutin menjadi alternatif murah untuk menjaga imunitas tubuh secara maksimal.
Sayangnya, teknik penggorengan deep frying yang terlalu lama sering kali merusak struktur probiotik sensitif di dalamnya.
Mendol sangat cocok dihidangkan hangat bersama nasi jagung tradisional untuk kombinasi serat yang sempurna.
Baca Juga: Eksplorasi Bakery Gluten Free Tersembunyi di Malang: Manisnya Pas, Aman Bagi Timbangan
Sebagai kuliner warisan Malang, mendol menunjukkan bahwa pangan lokal memiliki nilai gizi sekaligus identitas budaya.
Namun, anggapan bahwa mendol otomatis menjadi makanan sehat perlu disikapi kritis karena proses penggorengan tetap meningkatkan kandungan lemak
Mengurangi minyak berlebih setelah digoreng dan menyandingkannya dengan sayuran segar merupakan cara sederhana agar mendol tetap menjadi pilihan kuliner yang lezat sekaligus lebih seimbang.
Baca Juga: 2 Menu Baru Tokio O! Chicken Wings dan Collagen Soup Ramen
Editor : Aditya Novrian