MALANG, RADAR MALANG - Sop Ayam, Bubur Ayam polos, dan Ayam Bakar Madu direkomendasikan sebagai pilihan kuliner ramah GERD di Malang karena rendah asam, minim bumbu pedas, dan mudah dicerna, cocok untuk penderita refluks serta mahasiswa.
Baca Juga: Mendol Tempe Khas Malang: Superfood Lokal yang Kaya Probiotik, Bagus untuk Pencernaan
Penderita asam lambung dapat aman menikmati kuliner ramah GERD di Malang melalui menu Sop Ayam Depot Nank Garasi Klojen, Bubur Ayam Halmahera, dan Ayam Bakar Madu dekat kampus UIN Malang.
Sop Ayam di Depot Nank Garasi, Kecamatan Klojen, dijual mulai sekitar Rp10.000 dengan kuah bening yang hangat, potongan ayam empuk, serta taburan daun bawang yang memberikan aroma segar tanpa rasa menyengat.
Sementara itu, Bubur Ayam Halmahera yang kini memiliki beberapa cabang di Malang menyediakan pilihan bubur polos bertekstur lembut sehingga lebih mudah dicerna.
Adapun Ayam Bakar Madu di kawasan dekat Kampus UIN Malang menjadi alternatif menu makan siang mahasiswa karena menggunakan teknik pembakaran yang menghasilkan aroma smoky ringan dengan cita rasa manis gurih.
Baca Juga: Tips Makan Bakso Malang Tetap Sehat: Pangkas Kalori dengan Membatasi Bagian Ini!
Kehadiran kuliner murah dan ramah lambung ini menjadi penyelamat isi dompet sekaligus kesehatan para perantau.
Meski demikian, penderita GERD tetap perlu memperhatikan cara penyajian. Hindari tambahan sambal, saus pedas, acar yang terlalu asam, serta minuman berkafein.
Pilih porsi secukupnya agar lambung tidak bekerja terlalu berat. Dari sisi bahan, kuah bening pada sop mengandung lebih sedikit lemak dibanding santan, bubur polos membantu mengurangi beban pencernaan, sedangkan ayam bakar sebaiknya dipilih tanpa kulit untuk menekan kadar lemak.
Baca Juga: Daftar Katering Diet di Malang, Mana yang Paling Ramah di Kantong Mahasiswa?
Editor : Aditya Novrian