Pantangan tersebut meliputi penggunaan tempe yang sudah rusak, minyak goreng berulang kali, bumbu yang tidak higienis, penyimpanan terlalu lama pada suhu ruang, proses penggorengan kurang matang, peralatan yang kotor, serta pencampuran bahan tanpa memperhatikan kebersihan.
Kesalahan memasak yang dapat menurunkan kualitas mendol
Secara sensorik, mendol yang diolah dengan benar memiliki aroma rempah yang harum, tekstur padat tetapi tidak keras, serta permukaan kering tanpa minyak berlebih.
Menyimpan adonan terlalu lama sebelum digoreng atau menggunakan alat yang kurang bersih dapat mempercepat pertumbuhan mikroorganisme yang menurunkan mutu pangan.
Cara menjaga cita rasa sekaligus keamanan pangan tradisional
Pelaku usaha kuliner maupun masyarakat disarankan menerapkan higiene pangan secara konsisten, mulai dari pemilihan bahan baku hingga penyajian.
Kritik yang membangun bagi produsen adalah tidak mengorbankan kualitas demi efisiensi biaya, seperti memakai minyak goreng berulang atau bahan yang sudah tidak segar.
Standar pengolahan yang baik akan menjaga kepercayaan konsumen sekaligus mempertahankan reputasi mendol sebagai salah satu kuliner khas Malang yang aman, lezat, dan bernilai budaya.
Baca Juga: Mendol Tempe Khas Malang: Superfood Lokal yang Kaya Probiotik, Bagus untuk Pencernaan
Mendol adalah lauk legendaris berbahan dasar tempe fermentasi yang dihancurkan bersama bumbu kencur dan ketumbar.
Melalui tips memasak higienis ini, kelezatan autentik mendol tetap terjaga tanpa mengorbankan kesehatan.
Editor : Aditya Novrian