MALANG, RADAR MALANG - Proses fermentasi pada Mendol Malang memiliki enam keunikan yang berpotensi memberikan manfaat bagi tubuh, mulai dari meningkatkan ketersediaan nutrisi, mempermudah pencernaan protein, membentuk cita rasa khas, hingga menghasilkan senyawa bioaktif.
Namun, manfaat tersebut hanya optimal jika bahan baku dan teknik pengolahannya dilakukan dengan benar.
Proses pembusukan terkontrol pada tempe semisepuh (hampir busuk) ini mengaktifkan senyawa peptida aktif yang mempercepat penyerapan gizi.
Kuliner tradisional khas Jawa Timur ini bukan sekadar lauk pauk biasa, melainkan superfood lokal dengan khasiat biokimia tinggi.
Baca Juga: 3 Ciri Mendol Malang yang Higienis dan Aman Dikonsumsi
Fermentasi Tempe Membentuk Karakter Gizi dan Rasa Mendol
Enam keunikan fermentasi tersebut meliputi meningkatnya cita rasa umami alami, aroma khas yang lebih kuat, tekstur adonan yang lebih mudah dibentuk, terbentuknya senyawa hasil fermentasi yang mendukung kesehatan saluran cerna, peningkatan ketersediaan beberapa vitamin kelompok B, serta pemanfaatan bahan pangan yang hampir tidak terbuang.
Setelah dicampur bawang merah, bawang putih, kencur, cabai, daun jeruk, dan ketumbar, adonan dibentuk lalu digoreng hingga berwarna cokelat keemasan menggunakan minyak bersuhu stabil agar lapisan luar renyah tanpa menyerap minyak berlebihan.
Dari sisi sensorik, mendol menghadirkan aroma fermentasi yang tajam tetapi berpadu harmonis dengan wangi rempah
Bagian luar terasa garing, sementara bagian dalam tetap lembut, padat, dan gurih.
Perpaduan rasa pedas, sedikit asam, serta umami menjadikan kuliner khas Malang ini memiliki identitas yang sulit ditemukan pada olahan tempe lainnya.
Teknik Pengolahan Menjadi Penentu Manfaat Konsumsi Mendol
Pakar gizi secara umum menilai tempe fermentasi sebagai sumber protein nabati berkualitas yang mengandung serat, vitamin, dan mineral.
Meski demikian, penggunaan minyak jelantah, proses penggorengan berulang, atau kadar garam yang berlebihan dapat menurunkan kualitas gizinya.
Karena itu, produsen dan konsumen perlu menjaga kebersihan bahan, teknik memasak, serta porsi konsumsi agar manfaat fermentasi tetap sejalan dengan pola makan sehat.
Baca Juga: 7 Pantangan Mengolah Mendol Malang yang Bisa Picu Penyakit
Editor : Aditya Novrian