MALANG, RADAR MALANG - Mendol bukan sekadar lauk pendamping biasa, melainkan mahakarya kuliner legendaris khas Malang yang menyimpan keunikan proses pembuatan serta manfaat kesehatan di balik kelezatan rempahnya.
Mendol Malang bukan hanya dikenal sebagai lauk pendamping, tetapi juga menyimpan beragam fakta unik yang membuatnya layak disebut sebagai salah satu kuliner legendaris dengan cita rasa khas sekaligus nilai gizi yang menarik untuk dikenali.
Mendol Malang bukan sekadar lauk pendamping, melainkan ikon kuliner legendaris yang menyimpan cerita fermentasi tempe, kekayaan rempah, dan manfaat kesehatan yang jarang dikulik wisatawan.
Bukan Tempe Biasa, Rahasia Kelezatannya Justru Ada pada 'Tempe Semangit’
Mendol dibuat menggunakan tempe semangit, yaitu tempe yang telah mengalami fermentasi lanjutan sehingga memiliki aroma dan rasa yang lebih kuat dibandingkan tempe segar.
Bahan ini kemudian dicampur dengan aneka rempah seperti bawang merah, bawang putih, kencur, ketumbar, cabai, dan daun jeruk sebelum dibentuk memanjang lalu digoreng hingga renyah.
Proses tersebut menghasilkan karakter rasa gurih, pedas, sedikit umami, serta aroma rempah yang menjadi identitas kuliner khas Malang sejak lama.
Balik Rasa Gurihnya, Tersimpan Manfaat Kesehatan yang Luar Biasa
Sebagai turunan kedelai, mendol tetap membawa protein nabati yang bermanfaat untuk membantu pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh, sekaligus menjadi pilihan lauk yang lebih ringan dari daging merah.
Fermentasi pada tempe semangit membantu membuat beberapa zat gizi lebih mudah diserap tubuh, sekaligus menghadirkan senyawa baik yang mendukung kesehatan pencernaan.
Ditambah lagi, rempah-rempah seperti bawang putih, ketumbar, dan cabai memberi kontribusi antioksidan dan potensi efek antiradang, sehingga di balik rasa gurihnya mendol bisa menjadi bagian dari pola makan yang lebih bernutrisi.
Aturan Main Menikmati Mendol demi Pengalaman Kuliner Malang yang Autentik
Untuk mendapatkan pengalaman kuliner yang maksimal, jangan pernah menyantap mendol secara sendirian tanpa hidangan pendamping.
Warga lokal Malang terbiasa memadukan lauk padat ini dengan sepiring rawon hangat yang kaya kuah hitam atau pecel pincuk bersiram sambal kacang pedas.
Tekstur mendol yang renyah di luar namun lembut di dalam akan menyerap kuah hidangan utama dengan sempurna, menciptakan sensasi rasa lokal yang tiada duanya.
Baca Juga: Bukan Sekedar Lauk Pauk, Ini 3 Alasan Mendol Malang Jadi Superfood Lokal Ramah Kantong
Editor : Aditya Novrian