Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Keliling Kota Malang Tanpa Ribet, Naik Macito Bisa Lewat Ikon-Ikon Bersejarah Ini

Sherly Agusta Nur Amalia • Selasa, 14 Juli 2026 | 21:53 WIB
Bus Macito siap antar wisatawan keliling Kota Malang GRATIS. (Tiktok @malangstrudel)
Bus Macito siap antar wisatawan keliling Kota Malang GRATIS. (Tiktok @malangstrudel)

MALANG, RADAR MALANG – Menjelajahi Kota Malang tidak selalu harus menggunakan kendaraan pribadi. Bagi masyarakat maupun wisatawan yang ingin menikmati suasana kota dengan cara berbeda, Bus Malang City Tour (Macito) bisa menjadi pilihan menarik. Bus wisata bertingkat ini mengajak penumpang berkeliling kota sambil menikmati berbagai bangunan bersejarah, ruang terbuka hijau, hingga kawasan heritage yang menjadi identitas Kota Malang.

Perjalanan Macito dimulai dari kawasan Balai Kota Malang yang menjadi salah satu ikon kota. Dari atas bus, penumpang dapat menikmati keindahan Alun-Alun Tugu dengan taman bunga berbentuk lingkaran dan kolam teratai yang menjadi ciri khasnya. Di kawasan ini juga berdiri Balai Kota Malang yang memiliki arsitektur bergaya kolonial dan menjadi salah satu bangunan bersejarah di pusat kota.

Baca Juga: Skema Pembayaran Angkot Pelajar Belum Fixed, Dua Koperasi Tak Kunjung Beri Keputusan

Bus kemudian melintasi kawasan Kayutangan Heritage di Jalan Basuki Rahmat. Sepanjang perjalanan, penumpang disuguhi deretan bangunan peninggalan Belanda yang masih terawat, pertokoan klasik, hingga gang-gang heritage yang kini menjadi salah satu destinasi wisata favorit. Dari lantai atas Macito, suasana kawasan ini dapat dinikmati dengan lebih leluasa sambil mendengarkan penjelasan mengenai sejarah Kayutangan dari pemandu wisata.

Perjalanan berlanjut menuju Alun-Alun Malang yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Dari atas bus terlihat ruang terbuka hijau yang dikelilingi pepohonan rindang, sementara di sisi barat berdiri Masjid Jami' Malang yang menjadi salah satu ikon religi kota. Kawasan ini juga menjadi pusat kegiatan masyarakat karena berdekatan dengan pusat perbelanjaan dan area kuliner.

Macito kemudian melewati Jalan Besar Ijen yang terkenal dengan suasana teduh dan deretan rumah bergaya kolonial. Jalan ini menjadi salah satu kawasan paling ikonik di Malang karena memiliki median jalan yang luas dengan pepohonan palem di sepanjang jalur. Tidak jauh dari sana, bus juga melintasi Simpang Balapan yang dikenal dengan air mancurnya dan sering dijadikan latar berbagai kegiatan maupun dokumentasi wisata.

Baca Juga: Penyerahan Bantuan dan Apresiasi Pedagang Pasar Oro-Oro Dowo, Wujud Komitmen BRI Dukung UMKM dan Ekonomi Kerakyatan

Sebelum kembali ke titik keberangkatan, bus wisata ini juga melewati kawasan Stasiun Kota Malang. Bangunan stasiun yang telah berdiri sejak masa kolonial tersebut masih menjadi pintu masuk utama wisatawan yang datang ke Malang menggunakan kereta api sekaligus menjadi salah satu bangunan bersejarah yang tetap mempertahankan karakter arsitekturnya.

Selama perjalanan yang berlangsung sekitar 40 menit, penumpang tidak hanya diajak berkeliling kota, tetapi juga mendapatkan informasi mengenai sejarah dan perkembangan berbagai lokasi yang dilewati. Dengan rute yang melintasi sejumlah ikon Kota Malang, Macito menjadi alternatif wisata yang menarik untuk mengenal wajah kota dari sudut pandang berbeda, baik bagi warga lokal maupun wisatawan yang berkunjung.

Editor : Aditya Novrian
#liburan di Malang #macito #Kota Malang #malang city tour