Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Orem-Orem Lahir dari Kreativitas Kuliner Masyarakat Kelas Pekerja: Siasat Daging Mahal dan Lahirnya Kuliner Tempe!

Devina Agustini • Jumat, 17 Juli 2026 | 02:00 WIB
Orem Orem Kuliner Khas Malang. (Ketik / Google)
Orem Orem Kuliner Khas Malang. (Ketik / Google)

MALANG, RADAR MALANG - Di Malang, tempe padat bukan sekadar lauk murah, melainkan fondasi orem‑orem sebagai simbol kuliner rakyat kelas pekerja yang menggantikan daging mahal sejak masa krisis.

Hidangan tradisional ini memperlihatkan bagaimana bahan sederhana mampu diolah menjadi makanan bernilai budaya yang masih bertahan hingga kini.

Hidangan berkuah santan encer ini lahir dari kreativitas masyarakat bawah di perkampungan Arema untuk menyiasati krisis ekonomi era 1970-an.

Siasat Daging Mahal dan Lahirnya Kuliner Tempe Padat

Ketika harga daging sapi melonjak hingga 60% pada tahun 1975, para buruh pabrik dan penarik becak di Malang kesulitan memenuhi kebutuhan protein.

Teksturnya yang rapat membuat tempe tidak mudah hancur meski dimasak lama bersama kuah santan berbumbu bawang, kunyit, ketumbar, lengkuas, serai, dan daun salam.

Tempe Malang yang melalui fermentasi lebih lama menghasilkan tekstur lebih padat dan aroma kuat, sehingga ketika digoreng dan dimasak dalam kuah santan, rasa gurihnya mampu “mengisi peran” daging di lidah para pekerja.

Hiingga kini, pelaku kuliner tradisional masih mempertahankan teknik menggoreng tempe sebelum direbus agar bumbu meresap tanpa menghilangkan teksturnya.

Tempe Padat Khas Malang Menjadi Kunci Cita Rasa Orem-Orem

Keunggulan tempe Malang terletak pada kepadatan fermentasinya sehingga mampu menyerap kuah santan tanpa mudah hancur.

Tempe khas Malang dikenal lebih padat dan beraroma, hasil fermentasi yang sedikit lebih lama membuat irisan tempe goreng tidak mudah hancur dalam kuah dan memberi gigitan yang mirip “chunk” daging. 

Menjaga kualitas bahan lokal dan teknik memasak tradisional menjadi langkah penting agar orem-orem tetap dikenal sebagai warisan kuliner rakyat yang mencerminkan kreativitas sekaligus ketahanan pangan masyarakat.

Editor : Aditya Novrian
orem orem khas malang kuliner rekomendasi