Keripik Tempe Sanan Dongkrak Ekonomi Warga Malang!

Devina Agustini • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 02:00 WIB
Keripik tempe oleh oleh khas Malang. (yoona.id / google)
Keripik tempe oleh oleh khas Malang. (yoona.id / google)

MALANG, RADAR MALANG - Kripik tempe Malang bukan hanya camilan khas, tetapi juga penggerak ekonomi lokal yang menjaga sirkulasi uang tetap berputar di Kampung Sanan. Industri rumahan ini tumbuh dari kerja keluarga, mengolah tempe, memanfaatkan limbah, dan menyerap tenaga kerja warga secara turun-temurun.

Industri Keripik Tempe Sanan Malang Sukses Serap Ribuan

Industri keripik tempe di Kampung Sanan, Kecamatan Blimbing, resmi menjadi pendorong utama kemandirian ekonomi lokal melalui penyerapan ribuan tenaga kerja yang berkelanjutan secara turun-temurun. Sektor rumahan ini mengintegrasikan produksi kuliner dengan peternakan melalui konsep zero waste tradisional yang menekan biaya operasional wilayah secara signifikan.

Industri Rumahan Sanan Menggerakkan Rantai Ekonomi Masyarakat

Di Kampung Sanan, Kecamatan Blimbing, industri keripik tempe tumbuh dari usaha keluarga yang diwariskan secara turun-temurun. Aktivitas produksi melibatkan banyak tahapan, mulai dari pembuatan tempe, pengirisan, pencampuran bumbu, penggorengan, pengemasan, hingga distribusi ke berbagai daerah. Rantai produksi tersebut membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar, termasuk ibu rumah tangga, tenaga penggoreng, pengemas, sopir distribusi, dan pelaku usaha kecil lainnya. Selain menghasilkan produk bernilai jual tinggi, proses produksi juga memanfaatkan kulit ari kedelai sebagai pakan sapi potong sehingga limbah organik dapat dimanfaatkan kembali. Pendekatan sederhana tersebut mencerminkan praktik zero waste yang telah berlangsung jauh sebelum konsep ekonomi sirkular menjadi perhatian luas.

Baca Juga: 5 Efek Unik yang Dirasakan Tubuh Saat Makan Mendol Malang

Editor : Aditya Novrian
Keripik tempe malang oleh oleh